ada arlingga disini

ada siapa disana?

Archive for May 2011

Mozilla Firefox 4 : Tab Groups

leave a comment »

Beberapa waktu lalu saya sempat membahas kecenderungan pengembang browser untuk memberikan fitur tabbed-browser dengan alasan efisiensi. Salah satu pertimbangannya, daripada harus membuka lebih banyak browser untuk mengakses halaman lainnya, lebih baik membuka banyak tab di dalam satu browser.

Tidak salah memang, tapi ada beberapa hal yang akhirnya harus merelakan tempat sakralnya digeser oleh tab browser, salah satunya adalah space untuk judul dokumen yang umumnya terletak di bagian paling atas jendela aplikasi. Ukuran tab browser yang lebih kecil menyebabkan judul halaman tidak terbaca dengan jelas karena sebagian porsinya harus terpotong.

Selain korban judul diatas, pertimbangan menggunakan fitur tabbed-browser ternyata lebih banyak dirasakan manfaatnya. Beberapa user bahkan membuka lebih banyak tab daripada space tab di jendela browser itu sendiri. Beberapa diantaranya sampai harus melakukan scrolling untuk mencari tab atau halaman yang sudah pernah dibuka.

Jika Anda termasuk golongan user tersebut, tidak ada salahnya jika Anda mengorganisasikan tab-tab tersebut dalam beberapa grup tab bukan? Dengan pertimbangan agar lebih mudah mencari dan mengakses halaman-halaman yang sudah pernah Anda kunjungi.

Mozilla Firefox 4 Tab Groups

Skenarionya kurang lebih seperti gambar diatas, Anda membuka banyak tab saat sedang asyik berselancar di internet. Anda ingin mengelompokkan tab-tab tersebut dalam beberapa grup agar mudah diakses. Browser yang Anda gunakan adalah Mozilla Firefox 4. Caranya adalah :

Klik tombol List All Tab yang ada di sebelah kanan browser Mozilla Firefox 4 Anda. Akan tampil daftar halaman apa saja yang sedang Anda buka. Kemudian klik Tab Groups.

Mozilla Firefox 4 Tab Groups

Kemudian akan muncul tampilan seperti dibawah ini. Meskipun Anda belum pernah mengelompokkan tab-tab dalam beberapa grup, secara default Mozilla Firefox 4 akan mengasumsikan Anda membuka semua tab tersebut dalam sebuah grup.

Mozilla Firefox 4 Tab Groups

Untuk membuat sebuah grup baru, Anda dapat menggeser salah satu tab keluar dari grup yang ada. Anda dapat mulai mengelompokkan tab-tab tersebut sesuai dengan topik halaman yang Anda buka. Tab-tab ditampilkan secara thumbnail sehingga memudahkan Anda melihat tab apa saja yang sedang Anda buka dan tab-tab mana saja yang harus Anda kelompokkan.

Mozilla Firefox 4 Tab Groups

Untuk mengelompokkan tab dalam sebuah grup baru, Anda cukup menggeser tab-tab lainnya kemudian letakkan di atas tab lain dalam satu kelompok atau meletakkanya di area grup tab yang Anda inginkan.

Mozilla Firefox 4 Tab Groups

Mozilla Firefox 4 Tab Groups

Anda juga dapat memberikan nama untuk setiap grup tab tersebut. Berikan nama grup tab sesuai dengan topik halaman yang Anda buka dan Anda gunakan sebagai dasar pengelompokan.

Mozilla Firefox 4 Tab Groups

Anda cukup klik salah satu tab jika ingin membuka tab tersebut. Apabila Anda ingin berganti tab yang terdapat pada grup tab lainnya, Anda dapat menekan shortcut Ctrl+Shift+E atau mengakses Tab Groups seperti langkah #1 diatas.

Fitur Tab Groups juga dilengkapi fitur pencarian ! Fitur ini akan memudahkan Anda mencari tab-tab tertentu dari sekian banyak tab yang Anda buka. Untuk melakukan pencarian, klik tombol search di sebelah kanan atas area tab groups. Kemudian masukkan kata kunci tab yang Anda cari.

Mozilla Firefox 4 Tab Groups

Jika Anda merasa informasi diatas masih kurang, Anda dapat melihat petunjuk yang disediakan oleh Mozilla : http://support.mozilla.com/en-US/kb/what-are-tab-groups

Jika Anda adalah tipe orang yang ingin teratur dan rapi dalam banyak, maka fitur Tab Groups ini adalah sebuah solusi. Jikapun Anda tidak termasuk dalam golongan tersebut, Anda dapat memanfaatkan fitur tersebut sebagai media latihan agar menjadi orang yang teratur. Saya masih tidak yakin dengan pernyataan tersebut, tapi ada harapan bahwa keteraturan juga bisa dimulai dari browser, bukan? Semoga bermanfaat.

Advertisements

Written by arlingga

May 11, 2011 at 5:40 am

10 Blogpost Terbaik History of Pocari Sweat Blog Competition

with 2 comments

Jadi ceritanya sejak postingan sebelumnya itu saya mempersiapkan diri untuk beradu kreatifitas dalam History of Pocari Sweat Blog Competition. Tim Pocari Sweat akan memilih 1 orang pemenang dengan blogpost terbaik yang berhak mendapatkan satu buah iPad. Hadiah yang cukup wow menurut saya, sehingga saya juga harus mempersiapkan sebuah karya yang wow.

Syarat ikut kompetisi ini cukup mudah, tuliskan dalam sebuah blogpost tentang apa yang Anda dapatkan setelah menonton film Sejarah Pocari Sweat yang berdurasi sekitar 30 menit. Setiap blogpost yang diikutsertakan dalam kompetisi ini harus meng-embed film yang dimaksud. Ketentuannya adalah satu blogpost terbaik akan mendapatkan sebuah iPad. Tidak terlalu ribet sebenarnya, tapi itu menimbulkan beberapa pertanyaan di kepala saya saat membaca instruksi tersebut.

Beberapa pertanyaan saat itu adalah tentang kriteria penilaian. Apa yang akan dinilai dari blogpost peserta? Full dari kualitas konten? Pake SEO? Jumlah komentar? Or…? Tapi akhirnya itu semua pertanyaan tersebut saya abaikan, saya positif berasumsi bahwa yang akan dinilai adalah kualitas kontennya. Sehingga akhirnya saya memutuskan untuk fokus membuat sebuah konten yang sangat bagus.

Ada banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan saat menonton film tersebut. Tapi untuk menuliskannya di blog, kemudian diikutsertakan dalam sebuah kompetisi, dengan bayangan persaingan peserta lain, akan cukup lemah jika kemudian saya hanya mebuat sebuah blogpost yang berisi kesan-kesan saya. Sehingga saya harus going extra miles untuk membuat sebuah blogpost yang berbeda dari peserta lainnya.

Jadi selain mendapatkan pesan dari film tersebut, saya harus menambahkan sesuatu yang kemungkinan tidak semua peserta melakukan hal yang sama. Saya harus membuat sebuah blogpost yang berbeda, itulah kata kuncinya, perbedaan. Lalu, perbedaan apa yang harus saya tampilkan?

Sejenak kemudian tersirat ide untuk menambahkan sebuah infografik dengan data-data yang diambil dari film Sejarah Pocari Sweat tersebut. Saya sepakat dengan ide tersebut, entah kenapa pada saat itu saya merasa cukup pintar untuk mengeluarkan sebuah ide, #eh? Langkah selanjutnya adalah melaksanakan ide tersebut !

Ternyata cukup sulit untuk membuat sebuah infografik seperti yang saya bicarakan sebelumnya. Tapi demi sebuah perbedaan, saya tetap berusaha. Infografik tersebut akan saya selipkan di tengah tulisan saya. Infografik tersebut harus menarik. Infografik tersebut harus memuat isi film. Infografik tersebut harus menjadi pembeda antara blogpost saya dan peserta lainnya. Dan harapan saya dengan adanya perbedaan tersebut, beberapa hari kemudian akan datang sebuah iPad ke rumah saya. =D

***

Dan hari yang ditunggu itupun tiba. 9 Mei 2011 adalah hari pengumuman pemenang lomba blog Sejarah Pocari Sweat ! Hasilnya adalah, blogpost saya yang berjudul Pocari Sweat : Deep to be Different masuk dalam daftar 9 blog terbaik History of Pocari Sweat Blog Competition ! wah selamat !

Pengumuman Pemenang History of Pocari Sweat Blog Competition

Memang iPad tidak jadi dikirimkan ke rumah saya. Tapi saya senang dengan apa yang saya lakukan. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Apapun itu saya bersyukur telah menjadi bagian dari History of Pocari Sweat Blog Competition. Terima kasih Pocari Sweat !

Sampai sekarang, saya masih belum tahu bagaimana juri menilai blog saya. Tapi setelah melihat blognya mas Sulaiman, yang jadi juara 1, saya memahami mengapa blog tersebut layak menjadi juara. Saya sudah mencoba going extra miles, tapi hasilnya masih ada peserta lain yang going extra extra miles dari saya.

Ya, saya sudah menambahkan sebuah infografik untuk menjadi berbeda. Ternyata mas Sulaiman lebih berbeda dari saya. Selain menambahkan beberapa infografik, beliau juga menambahkan sebuah video unik dan beberapa gambar menarik dalam blogpostnya ! Luar biasa !

Selamat untuk mas Sulaiman dan blogpostnya. Selamat untuk delapan peserta lainnya yang sudah masuk 9 besar bersama saya. Berikut adalah daftar 10 blogpost terbaik dalam History of Pocari Sweat Blog Competition:

* Muhammad Sulaiman
I’m Proud to be Pocarian
http://thesyahrodist.blogspot.com/2011/05/tubuh-manusia-60-tersusun-dari-air.html

1. Nuna
Aku dan Pocari Sweat tidak terpisahkan!
http://pingping-memory.blogspot.com/2011/05/aku-dan-pocari-sweat-tidak-terpisahkan.html

2. Indri Ayu Lestari
Tanpa Infus, Ambil Pocari Sweat
http://hancurhatiku.blogspot.com/2011/05/tanpa-infus-ambil-pocari-sweat.html

3. Pratita Fajar Kusuma
Belajar dari Pocari Sweat, The Living Legend
http://bobubaca.wordpress.com/2011/05/05/belajar-dari-pocari-sweat-the-living-legend/

4. Rachmad Algani
Sejarah Pocari Sweat (History of Pocari Sweat
http://colourchoval.blogspot.com/2011/04/sejarah-pocari-sweat-history-of-pocari.html

5. Haris Muda
History of Pocari Sweat
http://historypocari.blogspot.com/

6. Fahri Bakhar
http://pocarisweatid.blogspot.com/

7. Dita Firdiana
Hikmah Mempelajari Sejarah
http://di-ta.com/hikmah-mempelajari-sejarah/

8. Arlingga Agung Prasetyo
Pocari Sweat Deep to be Different
https://arlingga.wordpress.com/2011/05/08/pocari-sweat-deep-to-be-different/

9. Tapi Masniari Lubis
Setiap Kesuksesan Pasti ada Usaha. This is it: History of Pocari Sweat!
http://halo-freunde.blogspot.com/2011/05/setiap-kesuksesan-pasti-ada-usaha-this.html

Sumber : http://fb.me/AJWoHxuU

***

update 16 Mei 2011, 10.45 WIB

Paket hadiah untuk saya sudah tiba dengan selamat. Penampakan hadiah bisa dilihat disini. Setelah dicari-cari ternyata memang benar tidak ada iPadnya. #eh

Pocari Sweat : Deep to be Different

with 11 comments

Jika Mark Zuckerberg berdiri di hadapan Anda, kemudian bercerita panjang lebar tentang kisah suksesnya bersama Facebook, apa yang akan Anda dapatkan? Apakah Anda akan menjadi sama suksesnya jika kemudian melakukan persis sama dengan apa yang dilakukan oleh Mark Zuckerberg?

Pertanyaan tersebut terlontar begitu saja saat saya menyaksikan sebuah film tentang sejarah Pocari Sweat, sebuah minuman kesehatan yang diproduksi oleh Otsuka Pharmaceutical, Jepang.

Sesaat setelah menyaksikan film Sejarah Pocari Sweat, ingatan saya mengarah pada sebuah buku yang saya baca tahun lalu. Buku itu berjudul Outliers yang ditulis oleh Malcolm Gladwell seorang jurnalis The New Yorker.

Kaidah 10.000 jam

Dalam sebuah pembahasan di buku Outliers, Gladwell dengan cara berpikirnya yang khas menulis sebuah kisah tentang perjalanan sebuah grup musik rock Inggris yang mulai menginvasi musik Amerika pada tahun 1964. Butuh lebih dari 10.000 jam bagi grup musik tersebut untuk menjadi legendaris.

Sama halnya dengan grup musik tersebut, seorang siswa tingkat akhir di sebuah sekolah swasta di Lakeside juga telah menghabiskan waktu lebih dari 10.000 jam sebelum akhirnya dia berhasil membuat sebuah sistem operasi komputer yang digunakan oleh mayoritas orang di dunia. Kisah yang sama juga dialami oleh seorang mahasiswa tingkat satu di University of Michigan sebelum akhirnya dia mendirikan sebuah perusahaan komputer ternama.

Jika saya harus menyebutkan nama tokoh-tokoh legendaris diatas, maka saya akan menyebut nama John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr yang tergabung dalam kelompok The Beatles. Sedangkan tokoh kedua adalah Bill Gates dengan perusahaan Microsoft-nya, dan yang ketiga adalah Bil Joy dengan perusahaan Sun Microsystem-nya.

Sebenarnya berapa lama 10.000 jam itu? Tentu saja tidak ada ukuran pasti berapa tahun kita harus menghabiskan waktu 10.000 jam. Jika kita menghabiskan waktu delapan jam perhari tujuh hari seminggu, hasilnya jelas lebih cepat daripada tiga jam sehari lima hari seminggu.

Terlepas dari berapa jam perhari yang kita butuhkan untuk mencapai 10.000 jam, yang lebih penting adalah ketekunan dan usaha tiada henti untuk mencapai 10.000 jam. Namun dari perhitungan 10.000 jam tersebut sebenarnya terdapat pola yang menarik. Beberapa kisah sukses tersebut dicapai dalam tujuh hingga sepuluh tahun.

Nah, sebenarnya apakah kaidah 10.000 jam tersebut berlaku secara umum? Bagaimana dengan Pocari Sweat? Apakah hal yang sama juga dilalui oleh Otsuka Pharmaceutical sebelum Pocari Sweat menjadi produk yang menakjubkan?

Pak Harima mengutarakan ide awal membuat minuman dari cairan infus pada tahun 1973. Sedangkan pada tahun 1981 adalah titik awal peningkatan angka penjualan Pocari Sweat. Berarti ada waktu kurang lebih delapan tahun bagi Otsuka Pharmaceutical untuk, secara tidak langsung, mempersiapkan Pocari Sweat menjadi sebuah produk legendaris. Itu artinya Otsuka Pharmaceutical juga telah melewati batas waktu minimum 10.000 jam !

Berikut ini adalah infografik yang memuat timeline sejarah awal Pocari Sweat. Semoga infografik ini dapat memperjelas dan memberikan gambaran seberapa lama pocari sweat dipersiapkan sebelum kemudian diproduksi secara massal.

Infografik Sejarah Pocari Sweat

The Beatles, Bill Gates, Bil Joy, dan Otsuka Pharmaceutical mungkin tidak menyadari adanya kaidah 10.000 jam. Bahkan, jika saya menyisihkan waktu 10.000 jam untuk melakukan hal yang persis sama seperti yang mereka lakukan, hasil yang akan saya dapatkan belum tentu sama. Saya tetap berpeluang mencapai kesuksesan, tapi dengan versi yang lain.

Kaidah 10.000 jam dapat dianalogikan sebagai sebuah usaha untuk mencapai cita-cita. Ketekunan kita mencapai cita-cita menjadi lebih penting daripada menghitung jumlah jam yang telah kita habiskan untuk mencapai cita-cita.

Sebenarnya ada hal lain yang menjadikan perusahaan seperti Otsuka Pharmaceutical menjadi istimewa selain kaidah 10.000 jam. Di dunia ini ada beberapa perusahaan lain bergerak di bidang yang hampir sama dengan Otsuka Pharmaceutical. Tapi kenapa Otsuka Pharmaceutical bisa menjadi yang terdepan dengan Pocari Sweat nya?

Yang menarik saya amati adalah cita-cita awal Pak Akihiko Otsuka yang memiliki tekad kuat untuk membuat sebuah produk yang belum pernah ada sebelumnya. Tekad Pak Akihiko Otsuka tersebut menjadi titik awal sekaligus kunci keberhasilan produk Pocari Sweat.

Deep to be Different

Apa jadinya jika pada tahun 1960 The Beatles menolak undangan untuk bermain musik delapan jam setiap malam setiap hari tujuh hari seminggu di sebuah kelab malam di Hamburg, Jerman? The Beatles mungkin akan sama levelnya dengan grup musik lainnya di dataran Inggris, hanya di Inggris, dan tidak menjadi legendaris seperti saat ini.

Hal yang sama mungkin juga terjadi pada Bill Gates dan Bil Joy. Jika mereka memilih untuk menjalani hidup sama seperti rekan-rekan sebaya mereka, tidak menghabiskan waktu bermalam-malam di sebuah pusat komputer, maka hasilnya mungkin saja Bill Gates dan Bil Joy jadi mahasiswa dengan gelar cumlaude atau kemudian bekerja di IBM dan menjadi karyawan teladan.

Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. The Beatles memilih untuk menjadi berbeda dari grup musik kebanyakan di Inggris. Pun demikian dengan Bill Gates dan Bil Joy. Meskipun pada waktu itu mereka tidak saling mengetahui satu sama lain, tapi mereka berdua memilih untuk menjadi orang yang berbeda dengan rekan sebaya mereka. Faktor untuk menjadi berbeda itulah yang menjadi kunci sukses The Beatles, Bill Gates, dan Bil Joy.

Apa yang menyebabkan seseorang layak menjadi juara dalam sebuah kompetisi? Nilai yang tinggi? Dana melimpah? Fasilitas mewah? Dukungan supporter? Tidak semua hal tersebut menjadi faktor penting seseorang menjadi pemenang. Faktor paling penting sekaligus faktor pembeda antara pemenang dengan kontestan lainnya adalah tekad untuk menjadi berbeda. Seorang jawara akan berdiri satu tingkat lebih tinggi, berjalan satu langkah lebih maju, berusaha satu jam lebih keras, dan mencoba lebih banyak dari kontestan lainnya.

Hal itu sejalan dengan tekad pak Akihiko Otsuka untuk membuat sebuah produk yang berbeda dari perusahaan lain bahkan dari lini produk lain di perusahaan yang sama. Produk yang dicita-citakan pak Akihiko Otsuka bahkan belum pernah ada di pasaran pada saat itu.

Berikut adalah film pendek tentang Sejarah Pocari Sweat. Di dalam video tersebut tampak betapa keras perjuangan Pak Akihiko Otsuka dan timnya untuk memproduksi Pocari Sweat.

Tekad untuk menjadi berbeda itulah yang mengantarkan Pocari Sweat sebagai produk yang legendaris. Mereka menciptakan pasar mereka sendiri meskipun pada awalnya ditolak banyak pihak. Mereka berusaha lebih keras untuk meyakinkan orang-orang. Mereka berpikir dan mencoba lebih banyak dari perusahaan sejenis di dunia. Hasilnya adalah Otsuka Pharmaceutical menjadi juara dalam hal produksi minuman kesehatan melalui produk Pocari Sweat.

Ketika banyak orang takut menjadi berbeda, Pak Akihiko Otsuka dengan dukungan timnya justru melawan arus untuk memproduksi minuman kesehatan yang inovatif. Tidak sekedar produk, pasar pun mereka ciptakan. Tekad untuk menjadi berbeda ditambah pengalaman dan usaha keras adalah titik awal kesuksesan Pocari Sweat.

Sejatinya tidak dibutuhkan jarak ratusan meter bagi seorang atlet sprint untuk memenangi sebuah pertandingan. Hanya dengan satu langkah lebih maju kita bisa menjadi jawara. Pertanyaanya, siapkah kita menjadi orang yang berbeda?

Infografik

leave a comment »

Sebenarnya ini adalah blogpost yang saya persiapkan untuk diterbitkan pada tanggal 7 Mei. Tapi ternyata listrik berkata lain. You know lah what I mean. Listrik padam jelang tengah malam, aktifitas menulis terhenti, hingga berakhirlah tanggal 7 Mei 2011 tanpa blogpost. Merasa punya hutang #31daysblogging, saya berencana meneruskan tulisan ini keesokan harinya. Setelah mempersiapkan tempat yang asik untuk tidur ternyata ada kejutan kedua. Listrik menyala sesaat setelah tengah malam ! ~!@#$%^&*()

Beberapa bulan terakhir saya suka membaca dan mengamati infografik. Informasi yang disajikan dalam bentuk grafik tampaknya lebih mudah dipahami daripada hanya sebatas angka atau tulisan panjang lebar.

Selintas dari istilahnya, infografik terdiri dari dua komponen utama yang menyusun sebuah infografik. Komponen pertama adalah informasi, komponen kedua adalah grafik. Menyajikan sebuah infografik artinya adalah menyajikan informasi dalam bentuk grafik.

Terlepas dari apapun konten yang disajikan, infografik tetaplah menarik. Tantangan bagi pembuat infografik adalah bagaimana menyajikan data atau informasi yang dimiliki dalam bentuk non-grafik menjadi sebuah grafik. Grafik yang dihasilkan juga tidak sekedar menarik secara desain, tapi juga harus informatif dan mampu menyampaikan informasi yang dikandung grafik tersebut.

Sesuai dugaan saya, tidak mudah untuk membuat sebuah infografik yang menarik sekaligus informatif. Ada banyak pertimbangan untuk menyajikan informasi dalam bentuk grafik. Beberapa pertanyaan akan muncul, misalnya apakah data tersebut dapat disajikan dalam bentuk grafik? grafik seperti apa yang harus saya gunakan untuk menyajikan data tersebut? apakah pembaca dapat menangkap informasi yang saya sampaikan melalui grafik tersebut?

Sebenarnya ada sebuah infografik yang sedang saya persiapkan untuk saya cantumkan di blogpost History of Pocari Sweat Blog Competition. Sampai kalimat ini saya tulis, infografik beserta blogpost untuk kompetisi tersebut masih belum selesai saya buat. Setelah jadi, infografik tersebut akan menjadi infografik pertama yang pernah saya buat.

Tentu saja dibutuhkan banyak latihan untuk dapat membuat sebuah infografik yang informatif sekaligus menarik. Pada level selanjutnya, selain dua kriteria tadi, saya harus dapat membuat infografik dengan cepat pada saat infografik tersebut butuh untuk segera ditampilkan. Omong-omong apakah Anda sudah pernah membuat infografik?

Written by arlingga

May 8, 2011 at 1:27 am

Posted in #31daysblogging

Tagged with ,

Surabaya

leave a comment »

Hari ini saya traveling ke Kota Surabaya. Bangun tidur jam 3 pagi disusul nyuci sepeda motor beberapa menit kemudian, setelah itu berangkat ke Surabaya dari Malang pukul 5 pagi, terjebak macet di daerah Sidoarjo, tiba di daerah Waru-Surabaya sekitar pukul 7.15, macet lagi di Jalan Ahmad Yani Surabaya, interview pukul 9, mlaku-mlaku nang Tunjungan pukul 13.30, meninggalkan Surabaya kembali ke Malang pukul 16.00, tiba di Malang pukul 19.00, lanjut makan malam di Bakso Prima, dan akhirnya tiba di rumah sekitar pukul 9 malam. Cukup menyenangkan. Ada banyak cerita, tapi masih bersifat rahasia.

See U mas bro, ngantuk koplak. *ngesot ke kamar*

Written by arlingga

May 6, 2011 at 11:39 pm