ada arlingga disini

ada siapa disana?

Menulis Itu Mudah?

with one comment

Menulis itu mudah? eits, tunggu dulu. Menulis apa nih?

Bagi beberapa orang, menulis memang bukan pekerjaan yang sulit-sulit amat. Cukup memikirkan sebuah ide, kemudian mulai menuangkan ide tersebut dalam bentuk tulisan, dan beberapa saat kemudian menjadi tulisan yang menarik. Tapi ternyata ada beberapa orang lagi yang memiliki kesulitan dalam hal menuangkan ide tersebut dalam bentuk tulisan. Dan sialnya, saya adalah salah satu dari beberapa orang yang kurang beruntung itu.

Saya punya teman yang cukup aktif menulis di beberapa media, baik itu media online atau media cetak. Saya pikir teman saya itu cukup produktif dalam hal membuat tulisan. Dia bisa membuat banyak tulisan dengan topik yang berbeda dalam waktu yang cukup singkat. Isi tulisannya pun saya pikir cukup menarik. Saya bisa mengikuti ide yang ingin disampaikan dalam tulisan tersebut. Nah, bagi saya, menjadi orang yang punya kemampuan seperti itu adalah salah satu pencapaian yang luar biasa. Saya masih harus menggali lebih dalam untuk menemukan cara terbaik bagi saya untuk menjadi orang dengan kemampuan seperti itu.

Pada saat membuat tulisan ini saya terpikir untuk membuat sebuah skenario tanya jawab, antara saya dan orang yang terbiasa menulis (dan mendapat bayaran atas tulisan yang dibuatnya).

Tadi saya membaca tulisan Anda di sebuah media online. Anda sering menulis disana rupanya. Apa Anda menjadi kontributor untuk media tersebut?

Oh, tidak pak. Saya bukan kontributor untuk media tersebut. Itu adalah media online yang cukup bebas, dimana setiap orang yang punya akun disana dapat membuat tulisan untuk dibaca orang lain.

Anda dibayar untuk itu?

Tidak pak.

Lantas kenapa Anda perlu menulis untuk media tersebut?

Itu adalah salah satu usaha yang saya lakukan untuk berlatih menulis pak.

Anda berlatih menulis?

Iya pak, bagi beberapa orang menulis bukanlah hal yang sulit. Bahkan ada yang mengatakan bahwa menulis itu mudah. Tapi bagi saya, menulis masih bukan merupakan hal yang cukup mudah untuk dilakukan.

Ok good, saya appreciate usaha yang Anda lakukan. Jika Anda mau, saya bisa menawarkan kolom di media x yang biasanya menjadi kolom reguler saya.

Wah, adalah sebuah kebanggaan bisa menulis di media x, apalagi kolom reguler yang biasanya berisikan tulisan bapak. Tapi pak, jika bapak bisa membuat sebuah tulisan untuk media x dalam waktu dua jam, saya mungkin perlu lebih dari satu hari untuk menyelesaikan tulisan untuk media dan topik yang sama.

It’s ok, nanti kita atur teknisnya. Kita bisa kolaborasi untuk itu.

Ok, terima kasih pak.

Saya pernah terlibat dalam proyek pembuatan buku pelajaran. Pada saat pengerjaan proyek, saya adalah salah satu anggota yang biasanya paling akhir menyampaikan progress tulisan. Kenapa? ya itu tadi, saya butuh waktu menulis yang lebih lama dibandingkan anggota lainnya. Jika yang lain bisa membuat tulisan di sela-sela tugas kuliah, saya perlu waktu sampai lewat tengah malam untuk menyelesaikan satu pembahasan.

Mulai dari topik yang sederhana.

Bagi saya, menulis untuk sebuah kolom di media cetak yang terbit reguler, atau bahkan menulis sebuah buku, dengan segmen pembaca yang jelas, adalah tantangan yang cukup besar. Salah satu pertanyaan yang sering menghantui saya adalah, bagaimana jika ada pembaca yang cukup kritis membaca tulisan saya? dimana tulisan tersebut membahas sebuah topik untuk bidang keahlian tertentu, dan saya menyampaikan dengan cara yang kurang baik, sehingga mungkin saja pembaca tersebut tidak bisa menangkap ide dibalik tulisan saya. Efeknya, mungkin saja pembaca tersebut menjadi tersesat karena tulisan saya, atau malah lebih buruk lagi, saya mendapat gugatan atas tulisan saya tersebut.

Menurut saya, yang berpotensi untuk menjadi masalah dalam hal ini adalah packaging dari tulisan saya. Packaging yang saya maksud bisa saja berupa pemilihan kata yang kurang tepat, gaya bahasa yang aneh, atau yang lebih sering terjadi adalah tulisan yang tidak terstruktur, tidak ada kesinambungan antara paragraf yang satu dengan paragraf yang lain dalam satu pembahasan.

Nah, saya pikir salah satu cara yang bisa saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan berlatih menulis dari topik yang sederhana. Dimana saya bisa mendapatkan inspirasi dari hal-hal yang saya lihat sehari-hari, dari tulisan yang saya baca sehari-hari, dari berita olahraga yang saya ikuti, sampai isu teknologi (yang tidak terlalu spesifik) yang saya baca di pagi hari. Dari topik yang sederhana tesebut diharapkan pembaca bisa dengan cukup mudah menangkap ide dibalik tulisan yang saya buat. Selain itu, saya juga tetap bisa menjaga passion saya untuk berlatih menulis karena topik yang saya pilih adalah topik yang menarik, menurut saya.

Tantangan selanjutnya adalah membuat tulisan dengan bobot yang hampir sama, tapi dalam waktu yang lebih singkat. Untuk bisa menjawab tantangan ini mungkin saya harus berlatih menulis lebih sering dari biasanya. Saya masih yakin, sesuatu yang sering kita lakukan akan menjadi kebiasaan, dan jika menulis sudah menjadi sebuah kebiasaan, maka saya mulai percaya diri untuk bermain dengan waktu.

Setelah itu semua saya lalui, saya optimis akan terbentuk keyakinan dan keberanian untuk membuat tulisan yang baik dengan topik yang lebih spesifik untuk bidang keahlian yang saya tekuni saat ini.

Terima kasih untuk Bapak y dan Bapak z yang telah memberi saya kesempatan luar biasa untuk menulis di media cetak, baik itu majalah atau buku. Saking berharganya kesempatan yang saya dapatkan itu, saya kadang-kadang masih tidak percaya pernah menulis untuk sebuah majalah dan terlibat dalam proyek pembuatan buku.

Banyak orang bisa membuat tulisan yang menarik, namun kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa kemampuan menulis yang baik (yang mereka miliki) adalah sesuatu yang penting, dan bagi sebagian dari mereka yang sudah menyadari hal tesebut, akan bermasalah dengan kesempatan untuk mempublikasikan tulisan mereka. Betapa beruntungnya sebagian kecil orang-orang (yang masih belajar cara menulis dengan baik) yang mendapat kesempatan untuk mempublikasikan karya tulis mereka. Dan kesempatan itu akan menjadi salah satu bagian yang luar biasa yang pernah mereka dapatkan. :)

Advertisements

Written by arlingga

February 6, 2012 at 11:53 pm

Posted in experience, hope

Tagged with , ,

One Response

Subscribe to comments with RSS.

  1. serasa familiar dengan dialog di atas… media X

    Like

    xnir

    March 10, 2013 at 5:04 pm


ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: