ada arlingga disini

ada siapa disana?

Doa Semasa Sekolah

leave a comment »

Dulu, setiap memulai pelajaran sejak TK hingga SMA, selalu diawali dengan ritual berdoa bersama. TK hingga SD, pengucapan doa selalu ada yang memandu, sehingga kurang lebih nadanya sama. Sejak SMP, mulai berdoa mandiri, suasana hening karena semua berdoa dalam hati. Saat SMA, ritual berdoa bersama mulai sering ditinggalkan, bergantung bapak-ibu guru yang mengajar pada hari itu. Sejak kuliah, kebiasaan seperti itu masih ada, namun sudah jarang dilakukan, lebih mandiri katanya.

Nah, dari sekian ribu kali melakukan ritual doa bersama setiap awal memulai pelajaran, ada banyak doa yang saya panjatkan tidak pada tempatnya. Waktu berdoa yang seharusnya memohon kemudahan dan kelancaran dalam menyerap ilmu pelajaran sekolah seringkali saya salahgunakan. Sejak TK hingga SD saya masih hijau, doa yang saya panjatkan juga masih terhitung baik-baik saja. Sejak SMP, mulai ada satu-dua doa yang melebar dari semestinya, apalagi SMA sampai kuliah, lebih sering berantakan.

Beberapa diantaranya yang masih membekas di ingatan :

“Yaa Allah, mudahkanlah urusanku, lancarkanlah segala usahaku, berikanlah aku kemudahan dalam menerima ilmu yang disampaikan bapak-ibu guru. Aamiin.”

“Yaa Allah, berikanlah kemudahan dan kelancaran dalam mengerjakan soal ujian ini. Aamiin.”

“Yaa Allah yang maha pengasih, semoga PR kemarin tidak diperiksa hari ini. Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.”

“Semoga pelajaran ini cuma berlangsung lima menit saja. Aamiin.”

“Semoga bapak/ibu S tidak masuk kelas”

“Semoga hari ini tidak ada PR”

“Semoga hari ini pulang cepet”

“Semoga si X segera putus sama si Y”

“Semoga aku tidak ditunjuk hari ini” (doa menghadapi guru yang sering tiba-tiba menunjuk secara random untuk kerjakan tugas di papan)

“Hindarkan aku dari penyakit ngantuk.” (tidak lama kemudian ketiduran)

“Semoga olahraganya sepakbola”

“Semoga nanti praktikum satu kelompok sama si X”

“Semoga kebagian tempat duduk sebelahan sama si X”

“Berikan tugas yang banyak, tapi tugas kelompok sama si X” (ternyata si Y yang tidak diharapkan malah ikutan satu kelompok, fak)

“Munculkanlah bukuku di tas saat ini juga” (ceritanya buku tugas ketinggalan di rumah, doa yang aneh)

Pernah berdoa seperti itu?

Sebenarnya masih banyak doa lain yang tidak masuk akal dan tidak pada tempatnya, misalnya doa mohon hujan saat awal pelajaran, doa semoga Arema bisa menang, doa supaya nemu uang di jalan, doa tabrakan/papasan sama si X, doa penghilang lapar, dan doa-doa lain yang saat itu saya sangat berharap untuk dikabulkan. Aneh.

Dari sekian banyak doa yang saya panjatkan, yang sekarang saya sadari, ada banyak doa yang tidak tepat. Nah, ada satu tulisan bagus dari Mbak Divardha tentang doa, yaitu Doa Supaya Tidak Salah Berdoa.

Andai bisa mengulang hari pertama masa sekolah, saya akan berdoa agar dijauhkan dari doa yang salah. Semoga kita termasuk golongan yang diberi petunjuk. Aamiin.

Advertisements

Written by arlingga

January 20, 2013 at 12:03 am

Posted in blog

ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: