ada arlingga disini

ada siapa disana?

Resonance eps 1 – Mantan Guru

with 4 comments

jika saja ada istilah mantan guru, atau jika saja bisa mengajukan surat resign sebagai murid, atau jika saja ilmu yang diterima murid bisa dikembalikan ke gurunya, pasti hal tersebut sudah saya lakukan kepada salah satu dari sekian banyak guru yang pernah mendidik saya. tapi sayangnya istilah mantan guru tidak pernah ada. mau mengembalikan ilmu yang sudah saya terima juga mustahil. apalagi membuat surat resign sebagai murid, surat kesepakatan bersedia sebagai murid toh juga tidak pernah ada.

bagaimanapun juga, apapun bentuknya, interaksi antara murid dan guru sudah terjadi, transfer ilmu sudah terjadi. guru sudah mengambil porsinya sebagai pengajar, murid juga sudah mengambil porsinya sebagai peserta didik.

lalu bagaimana dengan murid drop out? atau lulus dengan memegang ijasah? atau menggunakan istilah tamat sekolah? itu hanya soal konspirasi sistem pendidikan kita. bagi saya, yang namanya murid tetaplah murid, guru tetaplah guru. murid belajar dari guru, guru memberi pelajaran pada murid. urusan kelak si guru tetap jadi guru dan si murid kelak jadi kepala sekolah di tempat yang sama, itu sudah diluar status sebagai murid dan guru, itu hanya soal jabatan yang juga salah satu bentuk konspirasi pemberian gaji dan wewenang. si kepala sekolah tetaplah murid yang pernah belajar kepada si guru, dan si guru tetaplah seorang guru bagi si kepala sekolah, meskipun terkadang akan dibubuhi keterangan waktu, ‘dahulu’.

“Ooh, beliau dahulu murid saya”

“Iya benar, dahulu saya berguru pada beliau”

jika toh si guru kemudian mengambil pelajaran berharga dari si kepala sekolah, yang ‘dahulu’ adalah muridnya, maka mau-tidak-mau si kepala sekolah juga harus disebut guru bagi si guru itu sendiri. istilah guru dan murid akan terus melekat pada siapa yang belajar dari siapa. tapi tetap, meskipun rasa sebagai guru dan murid tidak bisa dipisahkan, saya ingin sekali berpisah dengan rasa itu kepada salah satu guru saya.

ini bukan penyesalan seorang murid yang telah salah memilih guru. tapi ini lebih pada kekecewaan murid kepada salah satu guru, yang seharusnya ‘digugu lan ditiru’. kekecewaan yang berakar dari tingkah polah guru yang sudah melewati batas wajar, terlalu berlebihan dalam memperlakukan murid-muridnya. melibatkan murid dalam permasalahan pelik yang tidak seharusnya diterima sebagai pelajaran. porsi yang diambil tidak seimbang. membiaskan batas antara tugas belajar dengan pekerjaan dan ambisi pribadi. ikut serta pula sisi gelap dari sebuah kebijaksanaan.

saya tetaplah seorang murid, tetap menempatkan diri sebagai murid, jabatan kepala sekolah sudah saya tanggalkan. guru bagi saya adalah teladan, penyampai berita, penyalur ilmu pengetahuan, sebuah celah menuju terang cahaya diantara lorong gelap. tapi tetap seorang guru bukanlah sang pencipta, tidak sempurna, dan lemah. guru bisa siapa saja, guru juga bisa apa saja. baik benda hidup atau benda mati, bisa berupa tuturan lisan, tulisan buku, atau pengalaman hidup. sebelum saya juga dinilai terlalu berlebihan, saya hantarkan permohonan maaf dari murid yang kurang ajar ini kepada beliau sebagai guru saya. beliau tetap seorang guru bagi saya meskipun akhir-akhir ini ingin sekali saya menjadi salah satu mantan murid beliau.

up: harga yang harus saya bayar terlalu mahal, barang tidak sesuai spek.

Advertisements

Written by arlingga

March 9, 2013 at 3:33 am

Posted in blog

4 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. “ini bukan penyesalan seorang murid yang telah salah memilih guru. tapi ini lebih pada kekecewaan murid kepada salah satu guru, yang seharusnya ‘digugu lan ditiru’.”

    nguakak seribu tahun membaca kalimat ini…..

    pada kenyataannya di satu sisi sang guru mau tak mau belajar dari muridnya untuk bisa jadi lebih kompeten… jika tidak demikian maka siap2lah kesombongan itu akan menghancurkannya hingga tidak tersisa… yang tersisa hanyalah isak tangis penyesalan.

    seperti kata orang kesempatan tidak datang dua kali.

    yang ada hanyalah berdoa agar datang kesempatan yang baru.

    Like

    xnir

    March 10, 2013 at 3:39 pm

    • tetap semangat, kawan ! masih banyak jalan yang bisa kita tempuh :D

      Like

      arlingga

      April 1, 2013 at 6:58 am

  2. hmm… pengalaman pribadi.. xixixiixi… :D

    Like

    Aulia Putri

    March 11, 2013 at 11:54 am

    • khukhukhukhu… xixixixi… lalalalala…. *siul-siul* :D

      Like

      arlingga

      April 1, 2013 at 6:59 am


ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: