ada arlingga disini

ada siapa disana?

Presto !

leave a comment »

agaknya saya masih percaya jika Indonesia diserang secara terbuka, maka seluruh rakyat Indonesia akan bergerak melawan. jikapun tidak bergerak secara fisik untuk maju bertempur, pasti ada suara hati kecil yang akan ikut berjuang melakukan perlawanan. gerakan perlawanan itu akan dilakukan oleh seluruh putra bangsa Indonesia. tidak peduli agama sepakbola, agama basket, atau agama apapun. persatuan akan terjadi, dan pembelaan kepada negara akan terjadi. seluruh agama berjuang untuk satu negara.

jika yang diserang adalah suatu agama, maka yang akan melakukan perlawanan adalah penganut agama tersebut. jika yang diserang adalah agama sepakbola, dan penyerangan terjadi di Indonesia, maka penganut agama sepakbola dari berbagai negara akan bergerak melawan. karena penyerangan yang terjadi telah mencederai agama yang mereka ikuti. seluruh negara berjuang untuk satu agama.

jika pemicu tidak disulut, maka tidak akan terjadi ledakan. jika Indonesia tidak diserang, maka tidak akan terjadi persatuan? jika agama sepakbola tidak diserang, maka tidak akan terjadi persatuan? jika Tim Nasional Sepakbola Negara Indonesia tidak diserang, maka pendukung Tim Nasional Sepakbola Negara Indonesia tidak akan bersatu?

jika tidak ada penyerang dari negara asing, kita akan kurang kerjaan. tidak ada pemicu yang harus dijinakkan, maka semua akan kembali tenang, tidak ada persatuan. benarkah demikian? benarkah semua akan kembali tenang? kembali tenang karena tidak ada serangan dari negara asing?

mungkin kodrat kita adalah untuk bersatu dan berjuang. jika yang sedang diperjuangkan adalah negara, maka manusia putra negara tersebut akan bersatu untuk ikut berjuang. jika yang diperjuangkan adalah sebagian kecil dari negara, maka anggota bagian kecil tersebut akan bersatu.

jika yang sebagian kecil dari negara tersebut sedang bersatu dan berjuang atas apa yang layak mereka perjuangkan, dan yang menjadi lawan perjuangan dan persatuan mereka adalah negara mereka sendiri, maka tidak akan terjadi persatuan dalam negara tersebut. maka itulah perang negara dengan yang sebagian kecil dari negara tersebut. yaitu perang melawan diri sendiri. perang manusia melawan dirinya sendiri. perang manusia melawan nafsu dirinya sendiri.

yang menjadi menarik adalah bagaimana manusia bisa menghadapi nafsu dirinya sendiri, bagaimana negara menghadapi sebagian kecil dari negara itu sendiri. menganut cara lama, jika ada duri dalam daging maka duri itu harus disingkirkan terlebih dahulu. jika ada sebagian kecil dari keseluruhan negara tersebut menjadi duri, maka yang sebagian kecil tersebut harus disingkirkan terlebih dahulu. tapi ternyata ada cara baru menghadapi duri dalam daging. kita buat duri menjadi lunak sehingga tidak mencederai kenikmatan seluruh daging. kita buat yang sebagian kecil negara tersebut menjadi lunak, sehingga keseluruhan negara akan tetap menjadi nikmat. ya, presto !

tulisan ini dibuat di tengah macetnya kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta hari ini yang sedang menggelar acara Muktamar Khilafah HTI.

Advertisements

Written by arlingga

June 2, 2013 at 12:34 pm

Posted in blog

ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: