ada arlingga disini

ada siapa disana?

ada kado batu nisan

leave a comment »

sore itu saya membaca surat kabar lokal disela waktu santai sepulang sekolah. membolak-balik surat kabar dengan hanya melihat judul dan gambar adalah hal yang lumrah. memilih berita mana yang sekiranya menarik untuk dibaca, salah satunya adalah berita pagelaran wayang kulit di hari sebelumnya. pagelaran itu diadakan untuk merayakan ulang tahun walikota. beliau mengadakan pagelaran wayang kulit agar bisa dinikmati bersama warga.

yang menarik dari gambar itu, sebagaimana diuraikan dalam tulisan, adalah foto si dalang yang sedang menyerahkan batu nisan kepada bapak walikota. pada bagian atas batu nisan tersebut tertulis jelas nama bapak walikota, dibawahnya ada tulisan ‘lahir’ yang diikuti dengan tanggal lahir si bapak. sedangkan di bagian bawahnya lagi terdapat tulisan ‘wafat’ yang biasanya diikuti dengan tanggal wafat orang yang namanya tertulis di bagian atas. tapi saat itu, disamping tulisan ‘wafat’ belum ada tulisan apapun, alias tanggal wafatnya masih kosong. si dalang menyerahkan batu nisan berbalut kain kafan tersebut kepada bapak walikota sebagai kado ulang tahunnya.

sontak saya bertanya kepada bapak saya yang saat itu sedang menikmati tayangan televisi. apa maksud kado ulang tahun yang berupa batu nisan itu? karena yang muncul di benak saya saat itu adalah hal-hal yang kurang bersahabat. ancaman kah? atau protes keras kah? atau sindiran?

bapak saya memberikan jawaban singkat yang masih bisa saya pahami, yaitu batu nisan sebagai pengingat bahwa usia si bapak walikota jelas bukan usia muda lagi. kado itu juga berlaku sebagai pengingat seberapa besar kesiapan si bapak jika pada waktunya nanti tanggal wafatnya harus ditulis di batu itu. kado yang penuh makna, sangat dalam, gaya khas seniman, juga kira-kira sebagai wujud ‘dawuhan’ sang dalang kepada penerima kado.

tidak terlihat ekspresi marah, kesal, atau tersinggung di foto tersebut. si bapak penerima kado tampaknya bisa memahami betul apa makna kado itu. lagipula dengan usianya saat itu, saya yakin si bapak tidak mengharapkan kado gadget baru, mobil, atau tiket liburan ke luar negeri.

beberapa waktu berikutnya saya melupakan berita itu sampai kemudian tiba giliran saya yang berulang tahun. terbesit di ingatan saya tentang berita seorang dalang yang menyerahkan batu nisan sebagai kado ulang tahun bapak walikota. kado kecil, bukan saya yang menerima, tapi saya seolah ikut ‘diingatkan’ tentang makna dari kado tersebut.

hari itu pula saya merenung, membuka refleksi diri, berpikir, dan berdialog dengan Sang Khaliq. apa yang sudah saya perbuat dengan umur saya, bagaimana kondisi saya saat ini, kemana harus mencari makna kehidupan, dan jika waktu itu tiba, sudah siapkah saya?

Advertisements

Written by arlingga

February 18, 2014 at 10:48 am

Posted in blog

ada komentar?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: