ada arlingga disini

ada siapa disana?

Archive for the ‘blog competition’ Category

10 Blogpost Terbaik History of Pocari Sweat Blog Competition

with 2 comments

Jadi ceritanya sejak postingan sebelumnya itu saya mempersiapkan diri untuk beradu kreatifitas dalam History of Pocari Sweat Blog Competition. Tim Pocari Sweat akan memilih 1 orang pemenang dengan blogpost terbaik yang berhak mendapatkan satu buah iPad. Hadiah yang cukup wow menurut saya, sehingga saya juga harus mempersiapkan sebuah karya yang wow.

Syarat ikut kompetisi ini cukup mudah, tuliskan dalam sebuah blogpost tentang apa yang Anda dapatkan setelah menonton film Sejarah Pocari Sweat yang berdurasi sekitar 30 menit. Setiap blogpost yang diikutsertakan dalam kompetisi ini harus meng-embed film yang dimaksud. Ketentuannya adalah satu blogpost terbaik akan mendapatkan sebuah iPad. Tidak terlalu ribet sebenarnya, tapi itu menimbulkan beberapa pertanyaan di kepala saya saat membaca instruksi tersebut.

Beberapa pertanyaan saat itu adalah tentang kriteria penilaian. Apa yang akan dinilai dari blogpost peserta? Full dari kualitas konten? Pake SEO? Jumlah komentar? Or…? Tapi akhirnya itu semua pertanyaan tersebut saya abaikan, saya positif berasumsi bahwa yang akan dinilai adalah kualitas kontennya. Sehingga akhirnya saya memutuskan untuk fokus membuat sebuah konten yang sangat bagus.

Ada banyak pelajaran berharga yang saya dapatkan saat menonton film tersebut. Tapi untuk menuliskannya di blog, kemudian diikutsertakan dalam sebuah kompetisi, dengan bayangan persaingan peserta lain, akan cukup lemah jika kemudian saya hanya mebuat sebuah blogpost yang berisi kesan-kesan saya. Sehingga saya harus going extra miles untuk membuat sebuah blogpost yang berbeda dari peserta lainnya.

Jadi selain mendapatkan pesan dari film tersebut, saya harus menambahkan sesuatu yang kemungkinan tidak semua peserta melakukan hal yang sama. Saya harus membuat sebuah blogpost yang berbeda, itulah kata kuncinya, perbedaan. Lalu, perbedaan apa yang harus saya tampilkan?

Sejenak kemudian tersirat ide untuk menambahkan sebuah infografik dengan data-data yang diambil dari film Sejarah Pocari Sweat tersebut. Saya sepakat dengan ide tersebut, entah kenapa pada saat itu saya merasa cukup pintar untuk mengeluarkan sebuah ide, #eh? Langkah selanjutnya adalah melaksanakan ide tersebut !

Ternyata cukup sulit untuk membuat sebuah infografik seperti yang saya bicarakan sebelumnya. Tapi demi sebuah perbedaan, saya tetap berusaha. Infografik tersebut akan saya selipkan di tengah tulisan saya. Infografik tersebut harus menarik. Infografik tersebut harus memuat isi film. Infografik tersebut harus menjadi pembeda antara blogpost saya dan peserta lainnya. Dan harapan saya dengan adanya perbedaan tersebut, beberapa hari kemudian akan datang sebuah iPad ke rumah saya. =D

***

Dan hari yang ditunggu itupun tiba. 9 Mei 2011 adalah hari pengumuman pemenang lomba blog Sejarah Pocari Sweat ! Hasilnya adalah, blogpost saya yang berjudul Pocari Sweat : Deep to be Different masuk dalam daftar 9 blog terbaik History of Pocari Sweat Blog Competition ! wah selamat !

Pengumuman Pemenang History of Pocari Sweat Blog Competition

Memang iPad tidak jadi dikirimkan ke rumah saya. Tapi saya senang dengan apa yang saya lakukan. Hasilnya pun tidak mengecewakan. Apapun itu saya bersyukur telah menjadi bagian dari History of Pocari Sweat Blog Competition. Terima kasih Pocari Sweat !

Sampai sekarang, saya masih belum tahu bagaimana juri menilai blog saya. Tapi setelah melihat blognya mas Sulaiman, yang jadi juara 1, saya memahami mengapa blog tersebut layak menjadi juara. Saya sudah mencoba going extra miles, tapi hasilnya masih ada peserta lain yang going extra extra miles dari saya.

Ya, saya sudah menambahkan sebuah infografik untuk menjadi berbeda. Ternyata mas Sulaiman lebih berbeda dari saya. Selain menambahkan beberapa infografik, beliau juga menambahkan sebuah video unik dan beberapa gambar menarik dalam blogpostnya ! Luar biasa !

Selamat untuk mas Sulaiman dan blogpostnya. Selamat untuk delapan peserta lainnya yang sudah masuk 9 besar bersama saya. Berikut adalah daftar 10 blogpost terbaik dalam History of Pocari Sweat Blog Competition:

* Muhammad Sulaiman
I’m Proud to be Pocarian
http://thesyahrodist.blogspot.com/2011/05/tubuh-manusia-60-tersusun-dari-air.html

1. Nuna
Aku dan Pocari Sweat tidak terpisahkan!
http://pingping-memory.blogspot.com/2011/05/aku-dan-pocari-sweat-tidak-terpisahkan.html

2. Indri Ayu Lestari
Tanpa Infus, Ambil Pocari Sweat
http://hancurhatiku.blogspot.com/2011/05/tanpa-infus-ambil-pocari-sweat.html

3. Pratita Fajar Kusuma
Belajar dari Pocari Sweat, The Living Legend
http://bobubaca.wordpress.com/2011/05/05/belajar-dari-pocari-sweat-the-living-legend/

4. Rachmad Algani
Sejarah Pocari Sweat (History of Pocari Sweat
http://colourchoval.blogspot.com/2011/04/sejarah-pocari-sweat-history-of-pocari.html

5. Haris Muda
History of Pocari Sweat
http://historypocari.blogspot.com/

6. Fahri Bakhar
http://pocarisweatid.blogspot.com/

7. Dita Firdiana
Hikmah Mempelajari Sejarah
http://di-ta.com/hikmah-mempelajari-sejarah/

8. Arlingga Agung Prasetyo
Pocari Sweat Deep to be Different
https://arlingga.wordpress.com/2011/05/08/pocari-sweat-deep-to-be-different/

9. Tapi Masniari Lubis
Setiap Kesuksesan Pasti ada Usaha. This is it: History of Pocari Sweat!
http://halo-freunde.blogspot.com/2011/05/setiap-kesuksesan-pasti-ada-usaha-this.html

Sumber : http://fb.me/AJWoHxuU

***

update 16 Mei 2011, 10.45 WIB

Paket hadiah untuk saya sudah tiba dengan selamat. Penampakan hadiah bisa dilihat disini. Setelah dicari-cari ternyata memang benar tidak ada iPadnya. #eh

Advertisements

Pocari Sweat : Deep to be Different

with 11 comments

Jika Mark Zuckerberg berdiri di hadapan Anda, kemudian bercerita panjang lebar tentang kisah suksesnya bersama Facebook, apa yang akan Anda dapatkan? Apakah Anda akan menjadi sama suksesnya jika kemudian melakukan persis sama dengan apa yang dilakukan oleh Mark Zuckerberg?

Pertanyaan tersebut terlontar begitu saja saat saya menyaksikan sebuah film tentang sejarah Pocari Sweat, sebuah minuman kesehatan yang diproduksi oleh Otsuka Pharmaceutical, Jepang.

Sesaat setelah menyaksikan film Sejarah Pocari Sweat, ingatan saya mengarah pada sebuah buku yang saya baca tahun lalu. Buku itu berjudul Outliers yang ditulis oleh Malcolm Gladwell seorang jurnalis The New Yorker.

Kaidah 10.000 jam

Dalam sebuah pembahasan di buku Outliers, Gladwell dengan cara berpikirnya yang khas menulis sebuah kisah tentang perjalanan sebuah grup musik rock Inggris yang mulai menginvasi musik Amerika pada tahun 1964. Butuh lebih dari 10.000 jam bagi grup musik tersebut untuk menjadi legendaris.

Sama halnya dengan grup musik tersebut, seorang siswa tingkat akhir di sebuah sekolah swasta di Lakeside juga telah menghabiskan waktu lebih dari 10.000 jam sebelum akhirnya dia berhasil membuat sebuah sistem operasi komputer yang digunakan oleh mayoritas orang di dunia. Kisah yang sama juga dialami oleh seorang mahasiswa tingkat satu di University of Michigan sebelum akhirnya dia mendirikan sebuah perusahaan komputer ternama.

Jika saya harus menyebutkan nama tokoh-tokoh legendaris diatas, maka saya akan menyebut nama John Lennon, Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr yang tergabung dalam kelompok The Beatles. Sedangkan tokoh kedua adalah Bill Gates dengan perusahaan Microsoft-nya, dan yang ketiga adalah Bil Joy dengan perusahaan Sun Microsystem-nya.

Sebenarnya berapa lama 10.000 jam itu? Tentu saja tidak ada ukuran pasti berapa tahun kita harus menghabiskan waktu 10.000 jam. Jika kita menghabiskan waktu delapan jam perhari tujuh hari seminggu, hasilnya jelas lebih cepat daripada tiga jam sehari lima hari seminggu.

Terlepas dari berapa jam perhari yang kita butuhkan untuk mencapai 10.000 jam, yang lebih penting adalah ketekunan dan usaha tiada henti untuk mencapai 10.000 jam. Namun dari perhitungan 10.000 jam tersebut sebenarnya terdapat pola yang menarik. Beberapa kisah sukses tersebut dicapai dalam tujuh hingga sepuluh tahun.

Nah, sebenarnya apakah kaidah 10.000 jam tersebut berlaku secara umum? Bagaimana dengan Pocari Sweat? Apakah hal yang sama juga dilalui oleh Otsuka Pharmaceutical sebelum Pocari Sweat menjadi produk yang menakjubkan?

Pak Harima mengutarakan ide awal membuat minuman dari cairan infus pada tahun 1973. Sedangkan pada tahun 1981 adalah titik awal peningkatan angka penjualan Pocari Sweat. Berarti ada waktu kurang lebih delapan tahun bagi Otsuka Pharmaceutical untuk, secara tidak langsung, mempersiapkan Pocari Sweat menjadi sebuah produk legendaris. Itu artinya Otsuka Pharmaceutical juga telah melewati batas waktu minimum 10.000 jam !

Berikut ini adalah infografik yang memuat timeline sejarah awal Pocari Sweat. Semoga infografik ini dapat memperjelas dan memberikan gambaran seberapa lama pocari sweat dipersiapkan sebelum kemudian diproduksi secara massal.

Infografik Sejarah Pocari Sweat

The Beatles, Bill Gates, Bil Joy, dan Otsuka Pharmaceutical mungkin tidak menyadari adanya kaidah 10.000 jam. Bahkan, jika saya menyisihkan waktu 10.000 jam untuk melakukan hal yang persis sama seperti yang mereka lakukan, hasil yang akan saya dapatkan belum tentu sama. Saya tetap berpeluang mencapai kesuksesan, tapi dengan versi yang lain.

Kaidah 10.000 jam dapat dianalogikan sebagai sebuah usaha untuk mencapai cita-cita. Ketekunan kita mencapai cita-cita menjadi lebih penting daripada menghitung jumlah jam yang telah kita habiskan untuk mencapai cita-cita.

Sebenarnya ada hal lain yang menjadikan perusahaan seperti Otsuka Pharmaceutical menjadi istimewa selain kaidah 10.000 jam. Di dunia ini ada beberapa perusahaan lain bergerak di bidang yang hampir sama dengan Otsuka Pharmaceutical. Tapi kenapa Otsuka Pharmaceutical bisa menjadi yang terdepan dengan Pocari Sweat nya?

Yang menarik saya amati adalah cita-cita awal Pak Akihiko Otsuka yang memiliki tekad kuat untuk membuat sebuah produk yang belum pernah ada sebelumnya. Tekad Pak Akihiko Otsuka tersebut menjadi titik awal sekaligus kunci keberhasilan produk Pocari Sweat.

Deep to be Different

Apa jadinya jika pada tahun 1960 The Beatles menolak undangan untuk bermain musik delapan jam setiap malam setiap hari tujuh hari seminggu di sebuah kelab malam di Hamburg, Jerman? The Beatles mungkin akan sama levelnya dengan grup musik lainnya di dataran Inggris, hanya di Inggris, dan tidak menjadi legendaris seperti saat ini.

Hal yang sama mungkin juga terjadi pada Bill Gates dan Bil Joy. Jika mereka memilih untuk menjalani hidup sama seperti rekan-rekan sebaya mereka, tidak menghabiskan waktu bermalam-malam di sebuah pusat komputer, maka hasilnya mungkin saja Bill Gates dan Bil Joy jadi mahasiswa dengan gelar cumlaude atau kemudian bekerja di IBM dan menjadi karyawan teladan.

Tapi yang terjadi adalah sebaliknya. The Beatles memilih untuk menjadi berbeda dari grup musik kebanyakan di Inggris. Pun demikian dengan Bill Gates dan Bil Joy. Meskipun pada waktu itu mereka tidak saling mengetahui satu sama lain, tapi mereka berdua memilih untuk menjadi orang yang berbeda dengan rekan sebaya mereka. Faktor untuk menjadi berbeda itulah yang menjadi kunci sukses The Beatles, Bill Gates, dan Bil Joy.

Apa yang menyebabkan seseorang layak menjadi juara dalam sebuah kompetisi? Nilai yang tinggi? Dana melimpah? Fasilitas mewah? Dukungan supporter? Tidak semua hal tersebut menjadi faktor penting seseorang menjadi pemenang. Faktor paling penting sekaligus faktor pembeda antara pemenang dengan kontestan lainnya adalah tekad untuk menjadi berbeda. Seorang jawara akan berdiri satu tingkat lebih tinggi, berjalan satu langkah lebih maju, berusaha satu jam lebih keras, dan mencoba lebih banyak dari kontestan lainnya.

Hal itu sejalan dengan tekad pak Akihiko Otsuka untuk membuat sebuah produk yang berbeda dari perusahaan lain bahkan dari lini produk lain di perusahaan yang sama. Produk yang dicita-citakan pak Akihiko Otsuka bahkan belum pernah ada di pasaran pada saat itu.

Berikut adalah film pendek tentang Sejarah Pocari Sweat. Di dalam video tersebut tampak betapa keras perjuangan Pak Akihiko Otsuka dan timnya untuk memproduksi Pocari Sweat.

Tekad untuk menjadi berbeda itulah yang mengantarkan Pocari Sweat sebagai produk yang legendaris. Mereka menciptakan pasar mereka sendiri meskipun pada awalnya ditolak banyak pihak. Mereka berusaha lebih keras untuk meyakinkan orang-orang. Mereka berpikir dan mencoba lebih banyak dari perusahaan sejenis di dunia. Hasilnya adalah Otsuka Pharmaceutical menjadi juara dalam hal produksi minuman kesehatan melalui produk Pocari Sweat.

Ketika banyak orang takut menjadi berbeda, Pak Akihiko Otsuka dengan dukungan timnya justru melawan arus untuk memproduksi minuman kesehatan yang inovatif. Tidak sekedar produk, pasar pun mereka ciptakan. Tekad untuk menjadi berbeda ditambah pengalaman dan usaha keras adalah titik awal kesuksesan Pocari Sweat.

Sejatinya tidak dibutuhkan jarak ratusan meter bagi seorang atlet sprint untuk memenangi sebuah pertandingan. Hanya dengan satu langkah lebih maju kita bisa menjadi jawara. Pertanyaanya, siapkah kita menjadi orang yang berbeda?