ada arlingga disini

ada siapa disana?

Posts Tagged ‘chrome

WhatsApp Web dan Teknologi Web Browser

with 7 comments

Berawal dari kabar bahwa WhatsApp meluncurkan WhatsApp Web https://blog.whatsapp.com/614/WhatsApp-Web, saya jadi tersadar sesuatu soal teknologi.

Pertama, teknologi chat saat ini sedang jadi primadona disamping teknologi jual beli online dan jasa titip-menitip semacam uber atau instachart. WhatsApp dengan 700 juta user saat ini jadi market leader soal mobile chat http://recode.net/2015/01/06/whatsapp-keeps-on-growing-hits-700-million-users/.

Kedua, soal web browser dan layer teknologi didalamnya. Saya masih ingat 3-4 tahun lalu saya masih merekomendasikan Firefox sebagai acuan saat membuat website. Nah sekarang sepertinya saya tidak harus merekomendasikan hal yang sama kepada teman-teman yang sedang membuat website. Bukan hanya Firefox, Chrome juga harus diperhitungkan serius saat terlibat dalam proses pembuatan web apps.

WhatsApp meluncurkan WhatsApp Web, artinya chat dengan WhatsApp sekarang bisa dilakukan di desktop/laptop. Langsung saya coba pake laptop saya. Ternyata baru bisa jalan di browser Chrome. Saat scan QR code di WhatsApp Web dengan aplikasi WhatsApp saya di smartphone, saya langsung bengong beberapa detik. Antara merasa begitu jadul atau merasa beruntung bisa tersadar dengan pergerakan teknologi saat ini via apa yang dilakukan WhatsApp Web dan Chrome. Semuanya instan, real-time, dan berasa seperti mirroring chat antara apa yang ada di smartphone dan browser laptop.

Temen saya langsung komentar karena ternyata cuma ada di Chrome dan katanya cuma sync ke apps di smartphone, bukan cloud atau apalah. Saya juga baca beberapa komentar di blog dan twitter yang sedang membahas hal yang sama dengan nuansa yang sama, baru bisa jalan di Chrome dan apps di smartphone/tablet yang juga harus online, tidak bisa hanya online di WhatsApp Web saja. Tapi bagi saya ini tetap kemajuan teknologi yang keren. Shifting technology kalo istilahnya Pak Eric Schmidt.

Kenapa cuma Chrome? Apa tim teknis WhatsApp (yang mungkin didukung tim teknis gabungan dari Facebook) belum bisa bikin cross-browser dan cross-platform? Setelah saya bengong tadi, saya jadi teringat kabar beberapa hari sebelumnya bahwa Google sudah tidak jadi default search engine di Firefox http://techcrunch.com/2014/12/01/firefox-34-launches-with-yahoo-as-its-default-search-engine/.

Saya pikir ini kemajuan bagi Yahoo untuk merebut pasar dengan coba menggeser Google via default search engine di Firefox, tapi ternyata lebih dari itu. Google sudah punya Chrome, dan Chrome sudah mulai mendominasi desktop browser usage sejak Q2 2012 http://en.wikipedia.org/wiki/Usage_share_of_web_browsers. Jadi bukan prioritas utama lagi bagi Google untuk jadi default search engine selain di Chrome. FYI, Marissa Mayer CEO Yahoo dulunya penggawa di Google dan ikut membangun corporate culture Google sampe akhirnya jadi perusahaan multibillon-dollar.

Kalo aplikasi WhatsApp Web ini masalahnya soal cross-browser, ya artinya sama dengan programmer website yang selalu dipusingkan dengan Internet Explorer terdahulu, sampai ada istilah IE-hack. Bedanya, teknisi WhatsApp sekarang bukan pusing karena IE-hack atau FF-hack, tapi mereka menunggu browser-browser lain untuk bisa mendukung teknologi yang sedang mereka kerjakan. Karena saat ini mereka sudah memungkinkan untuk dijalankan via desktop browser, tapi ternyata baru Chrome yang mampu memfasilitasi teknologi itu.

Chrome pun sudah jadi platform tersendiri, lebih dari sekedar web browser. Tidak hanya seputar addons browser dan plugins yang bisa ditambahkan ke Chrome. Tapi game dan aplikasi pun bisa dibikin dengan platform Chrome dan didistribusikan via Chrome Web Store.

Selain WhatsApp Web yang punya Chrome App, Tweetdeck pun punya Chrome App, lebih dari sekedar aplikasi website. Bahkan saya pernah iseng bikin aplikasi notifikasi client-server semacam message broadcaster dengan platform Chrome yang bahkan bisa dijalankan tanpa harus membuka window browser Chrome !

Kalo dulu Firefox adalah primadona browser, bisa jadi arah kekuatan dunia persilatan sedang berubah. Bisa jadi ini bukan soal WhatsApp Web yang belum mendukung browser selain Chrome, tapi soal browser lain yang belum mendukung aplikasi semacam WhatsApp Web.

update 2015-01-27:
Ada banyak diskusi menarik soal whatsapp web yang baru bisa jalan di chrome dan mengharuskan aplikasi whatsapp di mobile device tetap terkoneksi internet, terutama soal standar web dan target pasar, salah satunya ada disini https://news.ycombinator.com/item?id=8926644

update 2015-02-03:
Selain Chrome, WhatsApp Web juga bisa dijalankan di browser Opera. Berikut posting menarik dari sesepuh Opera di Indonesia, Mas Yeni Setiawan, soal WhatsApp Web untuk browser Opera http://sandalian.com/opera/menggunakan-whatsapp-for-web-di-browser-opera.html

Advertisements

Written by arlingga

January 24, 2015 at 4:25 pm

Posted in teknologi

Tagged with , , , ,

Browser’s Tab v HTML Document Title

leave a comment »

Salah satu hal yang menarik minat saya untuk belajar lebih jauh tentang dunia website adalah JavaScript. Saya masih ingat saat itu, tujuh tahun lalu, ada sebuah halaman website yang menampilkan teks berjalan pada title bar browser yang saya gunakan. Tentu saja menarik, karena saat itu tidak banyak aplikasi yang menampilkan teks berjalan di bagian title bar.

Rasa ingin tahu terus mendorong saya mencari informasi tentang kemungkinan sebuah title bar browser dapat dimodifikasi sesuai dengan keinginan saya. Sampai akhirnya saya mengetahui bahwa itu adalah ulah sekumpulan kode JavaScript. Setelah mencoba beberapa kali, akhirnya saya berhasil menunjukkan pada guru dan teman saya sebuah halaman HTML yang menampilkan nama saya di bagian title bar browser disertai dengan efek JavaScript seolah huruf-hurufnya tersusun secara acak. Ok.. ok.. terima kasih atas applause rekan-rekan ~!@#$%^&*()

Dengan banyaknya informasi yang tersebar di internet disertai dengan semakin baiknya layanan mesin pencari, hampir dapat dipastikan bahwa seorang user akan membuka lebih dari satu halaman website setiap kali user tersebut terhubung dengan internet. Nampaknya fenomena ini dibaca dengan baik oleh pengembang browser. Untuk alasan efisiensi, beberapa browser sudah dilengkapi dengan fitur tabbed-browser yang memungkinkan user untuk membuka lebih dari satu halaman website dalam satu jendela browser. Pada titik ini, satu atau dua tahun lalu, seorang pengembang website masih dapat memberikan hiasan atau efek tulisan pada document title website yang dikembangkan. Tentunya user masih dapat menikmati usaha pengembangan website tersebut. Karena meskipun saat itu teknologi tabbed-browser sudah mulai ada, namun posisi tab-tab browser tersebut masih berada di bawah title bar jendela browser.

Saat ini, kebiasaan developer website untuk memberikan hiasan atau efek tulisan pada judul dokumen harus ditinggalkan. Teknologi tabbed-browser sudah lebih dari alasan efisiensi, kebutuhan ruang baca pada sebuah jendela browser lebih tinggi daripada hasrat pengembang website untuk memperjelas judul dokumen dengan informasi yang cukup panjang apalagi disertai dengan efek tulisan yang bermacam-macam.

Posisi tab-tab pada beberapa browser sudah menutupi title bar browser tersebut, sehingga peran title bar browser akan digantikan oleh tab-tab browser tersebut. Mengingat ukuran tab-tab browser saat ini tidak cukup lebar, maka usaha menambah informasi pada judul dokumen atau judul halaman akan menjadi sia-sia.

Written by arlingga

May 4, 2011 at 11:59 pm