ada arlingga disini

ada siapa disana?

Archive for February 2009

Mbendhol Mburi

with 15 comments

Mbendhol mburi a.k.a mlenthung ndek mburi a.k.a benjol belakang a.k.a bengkak di bagian belakang adalah sesuatu yang tidak mengasyikan. Dengan memiliki bendhol-an (benjol-an) di belakang akan menambah beban pada sesuatu yang di-bendhol-i nya. Apalagi sesuatu tersebut adalah manusia. So sad pastinya..

Selain tidak mengasyikan, memiliki bendhol-an di belakang juga sangat menyakitkan. Saya jamin kehidupan anda akan menderita. Tidur tidak nyaman, bepergian merasa risih, dan tentu saja anda terbebani pikiran yang tidak-tidak. Orang yang memiliki bendhol-an di belakang akan memiliki perasaan yang aneh pada diri sendiri dan orang lain. Seperti apa yang baru saja saya alami.

Beberapa menit yang lalu, sebelum post ini ditulis oleh saya (kalimat pasif) *gak penting .red*, saya mengalami sesuatu yang namanya mbendhol mburi. Jika bendhol-an ini saya buka (tanpa ditutupi sesuatu), maka orang lain akan merasa aneh pada saya dan saya akan merasa aneh pada diri saya sendiri tentunya ditambah aneh pada orang lain *mbulet*. Jika bendhol-an itu saya tutupi, maka saya akan semakin kesakitan, apalagi jika bendhol-an itu saya tekan paksa (manipulasi) maka rasa sakit bukan kepalang akan menghampiri saya.

Bendhol-an itu tiba-tiba muncul beberapa bulan setelah saya mengetahui bahwa saya mendapatkan beasiswa. Heh? Beasiswa? Sebelum bendhol-an itu terbit, saya mendapatkan beasiswa BKM. Harusnya kan saya bangga? Iya, saya sangat bangga, meskipun hanya beasiswa BKM yang notabene tanpa syarat saya bangga bisa mendapatkan itu. Tapi, ada yang berubah dari rasa bangga saya ketika bendhol-an itu muncul.

Tadi siang, ada email yang mengisyaratkan bahwa akan ada rapat jam 17:00 di ruangan yang (harusnya) berwarna hijau. Saya harus datang, karena saya diundang. Tapi saya juga harus terkejut, karena di salah satu bagian email tersebut ada tulisan im****n dan hal itu berhubungan dengan beasiswa yang saya dapat. Dan tanpa diketahui sebabnya, saya merasakan ada sesuatu yang mem-bendhol di belakang.

Saya merasa aneh karena bendhol-an itu muncul di bagian belakang bukan di depan. Bendhol-an yang saya rasakan bukanlah bendhol-an fisik, jadi anda tidak bisa melihatnya. :p Bendhol-an itu tetap membebani saya hingga rapat usai. Tapi, setelah saya merenung, bendhol-an itu ternyata berangsur lenyap, lenyap, dan lenyap. Aneh? Tidak!

Ke-mbendhol mburi-an bisa dihilangkan dengan mudah asal tahu caranya. Salah satunya adalah ajian peng-ikhlas-an dan jurus legowo yang dimiliki setiap orang. Semua harus dipikirkan secara jernih dan dirasakan dengan batin yang sehat (me-kewut mode: ON). Jangan ada emosi apalagi sampai terjadi gontok-gontok an yang tentunya akan mendatangkan rasa sakit bukan kepalang pada diri sendiri.

Sekarang keanehan saya hilang. Tidak ada lagi perasaan mbendhol mburi yang menyakitkan (salah satu tujuan post ini adalah untuk konfirmasi). Saya siap bersaing untuk mendapatkan beasiswa (lagi).

Bagi anda, jangan bingung jika menghadapi suatu penyakit, baik itu penyakit hati maupun penyakit fisik, semua pasti ada obatnya. Seperti halnya salah satu penyakit hati yang baru saja menyerang saya. Obatnya ternyata ada pada diri sendiri. Tidak perlu berjalan jauh maupun mengantri lama, cukup interospeksi dan menjalin komunikasi yang baik, maka semua dapat diatasi dengan mudah.

Ketentuan dan syarat tetap berlaku. Jika sakit berlanjut, hubungi psikiater.

Advertisements

Written by arlingga

February 26, 2009 at 8:37 pm

Posted in blog

Programming: Trial and Error

with 2 comments

Trial and error adalah salah satu metode yang bisa digunakan dalam mencari solusi sebuah masalah. Metode ini banyak ditemukan dalam bidang informatika atau ilmu komputer. Trial and error menggunakan pendekatan aplikatif dari sebuah algoritma yang akan digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah.

Pengertian tentang istilah trial and error dan algoritma ada di sini dan di sana.

Saya menggunakan metode ini ketika saya merancang sebuah algoritma baru untuk menyelesaikan masalah yang sedang saya hadapi. Dengan metode ini, saya bisa dengan mudah menerapkan teori-teori terkait dalam algoritma yang saya rancang. Metode ini terbukti cukup ampuh digunakan dalam mempelajari suatu ilmu pemrograman.

Sekedar berbagi pengalaman.
Metode ini ternyata sudah saya gunakan ketika masa awal mempelajari ilmu pemrograman, meskipun pada saat itu saya belum mengenal nama metode tersebut. Pada saat itu yang saya pikirkan adalah membuat, membuat, dan membuat program. Program seperti apa? ya program yang saya inginkan waktu itu, misalnya program presensi kelas (sangat sederhana dan tentunya sangat amat culun, karena hanya menggunakan sekumpulan perintah if untuk mencocokan data) atau hanya program sederhana yang bisa melakukan perhitungan sederhana pula.

Mungkin karena sering mencoba membuat program dan sangat sering menemukan banyak kesalahan, naluri programming saya muncul. Meskipun masih sangat subjektif (pengalaman pribadi .red), saya sudah mulai bisa merasakan mana program yang baik dan program yang kurang baik, mana program yang efisien dan mana yang boros resource, serta yang paling penting adalah saya bisa menemukan dimana letak kesalahan yang mungkin timbul saat merancang sebuah program dan mencari solusi dari masalah tersebut. Sekali lagi kata “naluri” disini masih sangat subjektif dan hanya pendapat saya pribadi, jadi tidak perlu dibahas lebih lanjut.

Bagi teman-teman yang sedang belajar pemrograman, metode trial and error dapat digunakan untuk menyelesaikan kasus-kasus atau masalah pemrograman yang sedang kalian dihadapi. Caranya mudah, sesuai dengan istilahnya, kalian cukup mengtikkan baris demi baris program (tentuny didasarkan pada teori yang terkait) dan kalian akan menemukan beberapa kesalahan yang terkadang cukup menjengkelkan.

Kesalahan yang akan kalian temukan bisa berupa kesalahan sintaksis maupun kesalahan logika. Jika itu terjadi, jangan takut atau bingung, justru kalian harus lebih terpacu untuk mencari jalan keluar dari masalah tersebut. Setiap masalah pasti ada solusi dibaliknya. Kalian bisa menemukan solusi dengan berbagai cara, misalnya membaca referensi, membaca artikel, browsing, atau bertanya pada orang yang mengerti akan hal tersebut.

Poin penting yang saya tekankan adalah kemauan untuk terus mencoba, mencoba, dan mencoba membuat program. Semakin banyak kesalahan, semakin banyak pula kalian mendapatkan sesuatu (baca: ilmu pengetahuan). Jangan menyerah pada masalah yang sedang kalian hadapi. Baik/buruknya program yang kalian buat hanyalah secuil kisah yang akan menyusun masa depan kalian di dunia pemrograman.

*untuk teman dan adik yang sedang belajar pemrograman (basic) -like what I do now.

Written by arlingga

February 20, 2009 at 11:17 pm

Posted in experience, tutorial

Yang Jelas Gak Jelas

with 4 comments

Ini hari keknya parah banged deh. Dari kemarin, malem minggu, gw gak tidur jo! Ampe pagi! sempet ketiduran c, tapi bentar banged, gak sampe 1 jam (jam 12 masih ngetik, trus ketiduran, jam 1 bangund lagi gara2 hansip yang lagi online di jalanan kampung).

paginya, jam stengah enem, gw sempet naroh badan ampe jam 9an. Lumayan, tapi ya ngantuk sepanjang hari. Abis ntu rapat jam 10 Waktu Endonesa Barat (11:00 WIB). Abis rapat, gw mampir ke sebuah tempat yang aneh.

Aneh? Iya, coz katanya temen gw (yang sempet ngajak gw ksana beberapa bulan lalu), tempat itu adalah sebuah kafe yang ada fasilitas wi-fi nya. TAPI, pas tadi gw ksana, gw sempet bingung sesaat mengingat istilah “kafe” yang sempat dilontarkan temen gw.

Kafe dari sudut pandang mana yah? Masak kafe jual roti ma STMJ (meskipun gw gak pernah masuk kafe, tapi gw gak yakin klo ada kafe beneran yang juwal roti ama STMJ). Pas gw masuk, JRENG! yang ada hanyalah 3 buah meja untuk tamu dengan 7 buah kursi! Tempatnya sangat kecil untuk ukuran kafe. Itu juga dibubuhi dengan layout properti yang aneh. fyuh..

Jangan harap ada lampu kerlap-kerlip, yang ada lampu neon yang menempel di atap, terang amir. Temboknya cuman dikelilingi kaca pada bagian atas. Tamunya? cuman 2 orang (salah satunya gw). Pelayannya? cuman 1 biji jo!

Gw uda terlanjur pesen, jadi ya masuk aja. Niatnya mo cepet2 abisin minuman sereal yang gw pesen, pas abis, ternyata diluar ujan! set dah, gw terjebak di tempat kyk ginian.

Pas ujan berangsur reda, gw kluar dari nih kafe. Langsung ngacir ke tempat lain menembus hujan badai (lebay, padahal gerimis). Kali ini agak baikan, meskipun nih tempat hanyalah warung :p

Written by arlingga

February 15, 2009 at 10:39 pm

Posted in experience

Tasyakuran Bareng Aremania dan Ngalamania

with 6 comments

Kmaren malem gw ikutan acara tasyakuran pengurus baru Pengcab PSSI Kota Malang di Stadion Gajayana. Acara yang katanya dimulai pukul 19:00 wib ternyata baru dimulai pukul 19:40 wib setelah Bapak Walikota Malang selaku Ketua Umum Pengcab PSSI Kota Malang hadir di tengah-tengah suporter.

Sempet minder gw, karena ternyata banyak orang penting ikutan hadir, dan kebanyakan dari mereka adalah penggemar olahraga sepakbola, kayak gw! Wakakaka..

Gw sempet salaman sama Pak Peni (Wali Kota Malang, sekaligus Ketua Umum Pengcab PSSI Kota Malang), Pak Bambang Priyo Utomo (Wakil Walikota Malang), Pak Bambang DH Suyono (Sekda Kota Malang yang juga Wakil Ketua Umum Pengcab PSSI Kota Malang), Pak Prihatmoko Utomo (Ketua DPRD Kota Malang sekaligus Penasihat Pengcab PSSI Kota Malang), Kepala Dinas Pendapatan Kota Malang Bapak Mardioko (ketua harian Pengcab PSSI Kota Malang), Pak Ovan Tobing (tokoh sepakbola Kota Malang), Pak Haris Tofly (Sekretaris Umum Pengcab PSSI Kota Malang), Pak Djatmadji (Ketua Harian KONI Kota Malang), dan juga Pak Subangkit (pelatih PERSEMA).

Kayakna mereka (baca: gw) seneng banged salaman sama gw (baca: mereka).

Acara langsung dibuka dengan sesi makan malam. Sip! Sesi ini yang paling gw tunggu. Kali ini gw makan yang namanya nasi contong. Dari namanya, yang mampir di otak gw tuh nasi yang ada contongnya, kayak es krim yang pake tempat kerucut gitu, eh ternyata meleset.

Nasi contong tuh gak jauh2 amat sama nasi tumpeng. Bedanya kali ini ukurannya sangat kecil, jadi cuman keliatan ujungnya doang, gitu. Kalo gw bilang sih, nasi ginian pantes dikasi nama nasi tumpeng junior. Wakakaka..

Abis makan-makan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Ada yang pertanyaannya berbobot, ada yang gak nyambung, ada yang cuman ngasih slamat dan ucapan terima kasih, macem-macem dah. Dari sesi ini, yang jadi poin utama keknya masalah sanksi yang diterima Aremania dari PSSI. Ini yang kemudian ditanggapi sangat serius Pencab PSSI Kota Malang, yang ternyata sudah membuat surat ke PSSI agar sanksi tersebut bisa dicabut. Semoga..

Oh iya, sepanjang jalannya acara, naluri fotografer amatiran gw terus berkobar kabur, secara disana banyak tokoh sepakbola Kota Malang yang ikut nimbrung bareng suporter. Jadi pengen mengabadikan momen dalam foto dokumentasi. Meskipun masih amatilan, sebisa mungkin gw ambil gambal tuh olang-olang (logat anak2 :p) pake kamera hape gw yang baru gw sadari ternyata udah butut banget.

Hasilnya? Lumayan mengecewakan. Banyak momen yang kelewatan gara2 suter spid nya kelewat lama dan tentu saja mayoritas meninggalkan banyak noda kopi, teh, lumpur disana sini karena gada pengatur cahayanya. Kayakna gw harus ngutang bwat beli kamera yang mumpuni. Itung-itung melampiaskan naluri fotografer amatiran gw.

Nih, beberapa gambar terbaik yang berhasil gw bidik pake hape gw:
Ovan Tobing (paling kanan), Haris Tofly (paling Kiri)
ki-ka: Pak Djatmadji, Pak (wduh, sapa ya? maaf pak..), Pak Peni, Pak Prihatmoko, Pak Bambang DH Suyono, Pak Bambang Priyo Utomo
Supporter dan tokoh sepakbola Kota Malang jadi satu.
Pak Peni berbincang dengan Pak Subangkit

Nitip pesen nih, bwat yang kmaren gak sempet hadir, sesuai dengan kalimat yang terlontar dari mulut Pak Peni, kita (warga Kota Malang khususnya) harus jadi pioner dan kota percontohan bagi kota-kota lain di Indonesia. Utamanya dalam hal pembinaan bibit pemain sepakbola Indonesia. Mosok, soko 230 juta penduduk Indonesia, golek 11 pemain bal-balan kaliber dunia ae gak iso? (masak dari 230 juta penduduk Indonesia, cari 11 pemain sepakbola kelas dunia gak bisa?)

SALAM SATU JIWA, AREMA!

Written by arlingga

February 13, 2009 at 8:32 am

Posted in experience

Arrghh!! Kalah Cepet!! – part II

with 9 comments

Alhamdulillah.. Finally, I can take my first class-schedule strategy. Hwokokoko…!

Terima kasih bagi samua pihak yang telah mendukung, baik melalui doa maupun merubah komposisi jadwal kelas yang ada.

Hari ini, jam 15:10 wib (barusan nyampe di kmpus), gw langsung bukak laptop sambil ngemper di depan kelas Chlorophyll, gw bukak macsys, trus gw login, gw coba ambil kelas Matematika II.. dan… masuk!!! yeah! I can take that! Matematika kelas 3, hari Jumat. Uhuyyy..

Langsung aja gw set ulang jadwal seperti strategi pertama gw. Lancar.. Aman.. Damai.. Sentosa.. Sejahtera.. wakakaka.. Terima kasih..

…….

kok bisa akhirnya masuk kelas itu? apa ada mahasiswa yang pindah sesuai harapan dalam tulisan gw yang sebelumnya?

Bukan, kalo urusan mahasiswa pindah saya gak tau. Tapi yang jelas, kapasitas kelas dari yang awalnya 35, sekarang jadi 40! dan gw adalah orang terakhir yang masuk kelas itu! (sepertinya demikian, karena setelah gw liat barusan ternyata udah full lagi.. Alhamdulillah..)

…….

Sekarang gw harus lebih fokus dan sungguh2 menjalani semester 4. Target IP.S gw 3,87 (knapa gak 4,0 skalian? gw pikir IP.S segitu adalah target yang realistis..)

Salam dahsyat dan luar biasa!
Smangat!

Written by arlingga

February 10, 2009 at 3:21 pm

Posted in experience, hope