ada arlingga disini

ada siapa disana?

Archive for February 2014

ada kado batu nisan

leave a comment »

sore itu saya membaca surat kabar lokal disela waktu santai sepulang sekolah. membolak-balik surat kabar dengan hanya melihat judul dan gambar adalah hal yang lumrah. memilih berita mana yang sekiranya menarik untuk dibaca, salah satunya adalah berita pagelaran wayang kulit di hari sebelumnya. pagelaran itu diadakan untuk merayakan ulang tahun walikota. beliau mengadakan pagelaran wayang kulit agar bisa dinikmati bersama warga.

yang menarik dari gambar itu, sebagaimana diuraikan dalam tulisan, adalah foto si dalang yang sedang menyerahkan batu nisan kepada bapak walikota. pada bagian atas batu nisan tersebut tertulis jelas nama bapak walikota, dibawahnya ada tulisan ‘lahir’ yang diikuti dengan tanggal lahir si bapak. sedangkan di bagian bawahnya lagi terdapat tulisan ‘wafat’ yang biasanya diikuti dengan tanggal wafat orang yang namanya tertulis di bagian atas. tapi saat itu, disamping tulisan ‘wafat’ belum ada tulisan apapun, alias tanggal wafatnya masih kosong. si dalang menyerahkan batu nisan berbalut kain kafan tersebut kepada bapak walikota sebagai kado ulang tahunnya.

sontak saya bertanya kepada bapak saya yang saat itu sedang menikmati tayangan televisi. apa maksud kado ulang tahun yang berupa batu nisan itu? karena yang muncul di benak saya saat itu adalah hal-hal yang kurang bersahabat. ancaman kah? atau protes keras kah? atau sindiran?

bapak saya memberikan jawaban singkat yang masih bisa saya pahami, yaitu batu nisan sebagai pengingat bahwa usia si bapak walikota jelas bukan usia muda lagi. kado itu juga berlaku sebagai pengingat seberapa besar kesiapan si bapak jika pada waktunya nanti tanggal wafatnya harus ditulis di batu itu. kado yang penuh makna, sangat dalam, gaya khas seniman, juga kira-kira sebagai wujud ‘dawuhan’ sang dalang kepada penerima kado.

tidak terlihat ekspresi marah, kesal, atau tersinggung di foto tersebut. si bapak penerima kado tampaknya bisa memahami betul apa makna kado itu. lagipula dengan usianya saat itu, saya yakin si bapak tidak mengharapkan kado gadget baru, mobil, atau tiket liburan ke luar negeri.

beberapa waktu berikutnya saya melupakan berita itu sampai kemudian tiba giliran saya yang berulang tahun. terbesit di ingatan saya tentang berita seorang dalang yang menyerahkan batu nisan sebagai kado ulang tahun bapak walikota. kado kecil, bukan saya yang menerima, tapi saya seolah ikut ‘diingatkan’ tentang makna dari kado tersebut.

hari itu pula saya merenung, membuka refleksi diri, berpikir, dan berdialog dengan Sang Khaliq. apa yang sudah saya perbuat dengan umur saya, bagaimana kondisi saya saat ini, kemana harus mencari makna kehidupan, dan jika waktu itu tiba, sudah siapkah saya?

Advertisements

Written by arlingga

February 18, 2014 at 10:48 am

Posted in blog

ada reality distortion field

leave a comment »

distorsi realitas lapangan, kira-kira begitulah terjemahan kasar dari reality distortion field atau yang dikenal dengan singkatan RDF. saya pertama kali mengetahui istilah ini dari membaca tulisan Walter Isaacson dalam buku biografi Steve Jobs (bab: NeXT). dari situ kemudian saya cari padanan topik yang membahas hal serupa, salah tiganya ada disini, disitu, dan disana.

entah mengapa saya tiba-tiba tertarik dengan istilah ini meski belum mengerti betul apa maksudnya. RDF yang saya maksud ini merujuk pada kebiasaan Steve Jobs yang terkesan mengabaikan realitas di lapangan pada saat membuat produk. mungkin inilah kelebihan Steve Jobs, bisa menjadi sangat optimis terhadap apa yang sedang dibuatnya, sehingga hal yang menurut orang lain tidak mungkin (dan kemudian seolah tampak ajaib) bisa menjadi mungkin diwujudkan, dan memang pada akhirnya memang benar-benar dapat diwujudkan.

tentu saja Steve Jobs tidak sendirian saat membuat sebuah produk, dan yang seolah tampak lebih ajaib lagi adalah bagaimana hal tersebut bisa menular dan diturunkan ke rekan kerjanya. kepemimpinan macam Steve Jobs seolah menjadi contoh kemampuan delegasi yang sangat efektif . seperti dikutip di beberapa tulisan, saat berbicara dengan Steve Jobs, rekan kerjanya menyadari betul bahwa beberapa permintaannya memang tampak mustahil dilakukan. tapi pada akhirnya mereka pun takjub dengan apa yang sudah mereka lakukan sendiri, yaitu mewujudkan permintaan yang tampak mustahil tersebut menjadi sebuah kenyataan.

“If he’s decided that something should happen, then he’s just going to make it happen. And the effect was contagious.”, Elizabeth Holmes – karyawan generasi awal Apple Inc.

“If you trust him, you can do things.”, Bud Tribble – software designer, Macintosh.

“The reality distortion field was a confounding mélange of a charismatic rhetorical style, indomitable will, and eagerness to bend any fact to fit the purpose at hand.”, Andy Hertzfeld – software designer, Macintosh. Hertzfeld melanjutkan, “Amazingly, the reality distortion field seemed to be effective even if you were acutely aware of it. We would often discuss potential techniques for grounding it, but after a while most of us gave up, accepting it as a force of nature.”

“His reality distortion is when he has an illogical vision of the future, such as telling me that I could design the Breakout game in just a few days. You realize that it can’t be true, but he somehow makes it true.”, Steve Wozniak – co-founder, Apple Inc.

reality distortion field gaya Steve Jobs ini sering pula dikaitkan dengan versi ekstrem dari istilah pervasive optimistic bias. saya tidak membahas hal itu terlalu dalam karena saya juga belum paham benar apa maksudnya. yang jelas adalah memiliki sifat yang optimis bisa menjadi keuntungan, terutama dalam menghadapi rintangan pada saat berjuang mewujudkan visi. namun dalam beberapa kasus, optimisme yang berlebihan justru menjadi blunder, bukan begitu?

Written by arlingga

February 17, 2014 at 1:55 am

ada gunung kelud meletus

with one comment

hari kamis, tanggal 13 februari 2014, pukul 22:50 wib, gunung kelud di jawa timur meletus. malam itu posisi saya ada di jakarta, langsung saya kontak dengan orang tua saya di malang. alhamdulillah, kota malang tidak terkena dampak letusan gunung kelud.

kondisi berbeda dialami keluarga di ngantang, hujan kerikil dan pasir, karena lokasi yang cukup dekat dengan kaki gunung kelud. keluarga di blitar juga dihubungi, ada yang sudah mengungsi sementara, ada pula yang masih di rumah karena lokasinya masih dalam jarak aman.

selain di sekitar kaki gunung kelud, dampak letusan mencakup wilayah yang cukup luas, angin membawa abu letusan gunung ke arah barat jauh. jogjakarta dan solo berubah warna karena abu tebal, bahkan abu juga dirasakan sampai bandung, jawa barat. begitu juga dengan daerah di sebelah utara gunung kelud, abu gunung kelud dirasakan di mojokerto, surabaya, dan madura.

sambil terus memantau perkembangan melalui beberapa media, teriring doa memohon agar proses pemulihan bisa berjalan dengan lancar. alam memang terus menyediakan yang terbaik untuk kita, tinggal bagaimana kita bisa berdamai dengan alam, bukan begitu?

Written by arlingga

February 16, 2014 at 5:53 am

Posted in blog

Tagged with

ada rokok membunuhmu

with 6 comments

mulai tahun 2014, peringatan dampak buruk rokok bagi kesehatan jadi tampak makin singkat, simpel, ramping, dan ndak bertele-tele seperti sebelumnya. ‘rokok membunuhmu’, hanya dua kata, tentu berbeda jauh dibandingkan peringatan sebelumnya yang memuat dua belas kata.

maksudnya jelas, sebagai peringatan bahwa rokok itu berbahaya, bisa bikin kamu mati. mau mati? silakan merokok. kalo belum mau mati, ya jangan merokok dulu.

kasar memang, tapi juga lucu. maksud saya diatas tentu bukan sumpah serapah, ancaman, atau ajakan untuk mati. tulisan peringatan yang makin singkat, disertai gambar pendamping yang dibikin serem kok sepertinya ga terlalu ada dampaknya bagi saya. alih-alih bikin saya menjauhi rokok, pikiran bebal saya malah seolah menantang peringatan itu. lha wong tiap hari saya ketemu orang yang merokok kok ya masih lempeng-lempeng aja hidupnya.

tentu saja saya tidak berharap orang yang merokok kemudian mati seketika. tidak perlu bukti langsung untuk mempertegas peringatan itu benar adanya. saya hanya berharap semoga orang dengan pikiran bebal seperti saya jumlahnya ga banyak. jika memang rokok itu berbahaya bagi kesehatan, ya ayo kita pahami peringatan itu, jangan merokok. jika ternyata rokok baik bagi kesehatan, ya ayo merokok rame-rame, bukan begitu?

Written by arlingga

February 15, 2014 at 10:20 pm

Posted in blog

Tagged with ,