ada arlingga disini

ada siapa disana?

Archive for February 2012

Membayar Harga

leave a comment »

Berapa harga yang harus dibayar oleh Bob Kearns untuk mendapatkan hak paten atas inovasinya membuat “intermittent windshield wiper“?

Tahun 1962, Kearns mendapatkan ide untuk membuat wiper mobil yang bekerja ‘seolah’ seperti kelopak mata manusia. Jika hujan rintik-rintik, wiper mobil akan menyapu bagian depan kaca mobil sesekali. Jika hujan cukup lebat, maka wiper mobil akan menyapu kaca mobil dengan frekwensi yang lebih sering. Bob Kearns bekerja keras mewujudkan idenya dengan membuat desain, prototype, melakukan pengujian. Tidak berhenti disitu, Bob Kearns juga harus berurusan dengan tuntutan hak paten dan berhadapan dengan beberapa produsen mobil kelas kakap seperti Ford Motor Company, Chrysler, dan General Motor. Bob Kearns mendapatkan jutaan-dollar sebagai hasil dari perjuangannya mewujudkan ide dan memenangkan tuntutan hak paten dari produsen mobil tersebut.

Berapa harga yang harus dibayar oleh James Dyson atas inovasinya dalam membuat vacuum cleaner yang lebih baik?

Tahun 1978, berawal dari kekecewaannya terhadap vacuum cleaner yang sedang digunakannya untuk membersihkan rumah, Dyson berpikir untuk membuat vacuum cleaner yang lebih baik. Hampir sama dengan Bob Kearns, Dyson harus membuat puluhan desain, dan membuat ratusan prototype vacuum cleaner yang diinginkan, sampai akhirnya dia mampu memproduksi vacuum cleaner tersebut secara massal. Hasilnya, pada akhir tahun 2010 Dyson dan produk vacuum cleaner yang diproduksinya menguasai 23% market share vacuum cleaner di US.

Berapa harga yang harus dibayar Bill Gates untuk bisa menjadi orang terkaya di dunia?

Bill Gates rela menghabiskan waktu bermalam-malam di sebuah pusat komputer pada akhir dekade 1960-an. Tahun 1975, Bill Gates memilih untuk meninggalkan Harvard memulai kerajaan software-nya.

Berapa harga yang harus dibayar oleh The Beattles untuk bisa menjadi grup band legendaris?

Berapa harga yang harus dibayar oleh Steve Jobs untuk mengubah cara kita menikmati musik dan mengubah pandangan kita pada komputer?

Berapa harga yang harus dibayar oleh Dennis Ritchie dan Ken Thompson untuk bisa membuat bahasa pemrograman C?

Berapa harga yang harus dibayar oleh Larry Page dan Sergey Brin untuk membuat search engine yang sekarang kita kenal dengan nama Google?

Berapa harga yang harus dibayar seseorang untuk bisa menjadi Google engineer?

Advertisements

Written by arlingga

February 25, 2012 at 9:49 am

Posted in blog

Tagged with

WordPress on Android

leave a comment »

This is my first post posted using WordPress for Android. Wanna try other cool features.

Written by arlingga

February 19, 2012 at 3:40 am

Posted in blog

Tagged with ,

Menulis Itu Mudah?

with one comment

Menulis itu mudah? eits, tunggu dulu. Menulis apa nih?

Bagi beberapa orang, menulis memang bukan pekerjaan yang sulit-sulit amat. Cukup memikirkan sebuah ide, kemudian mulai menuangkan ide tersebut dalam bentuk tulisan, dan beberapa saat kemudian menjadi tulisan yang menarik. Tapi ternyata ada beberapa orang lagi yang memiliki kesulitan dalam hal menuangkan ide tersebut dalam bentuk tulisan. Dan sialnya, saya adalah salah satu dari beberapa orang yang kurang beruntung itu.

Saya punya teman yang cukup aktif menulis di beberapa media, baik itu media online atau media cetak. Saya pikir teman saya itu cukup produktif dalam hal membuat tulisan. Dia bisa membuat banyak tulisan dengan topik yang berbeda dalam waktu yang cukup singkat. Isi tulisannya pun saya pikir cukup menarik. Saya bisa mengikuti ide yang ingin disampaikan dalam tulisan tersebut. Nah, bagi saya, menjadi orang yang punya kemampuan seperti itu adalah salah satu pencapaian yang luar biasa. Saya masih harus menggali lebih dalam untuk menemukan cara terbaik bagi saya untuk menjadi orang dengan kemampuan seperti itu.

Pada saat membuat tulisan ini saya terpikir untuk membuat sebuah skenario tanya jawab, antara saya dan orang yang terbiasa menulis (dan mendapat bayaran atas tulisan yang dibuatnya).

Tadi saya membaca tulisan Anda di sebuah media online. Anda sering menulis disana rupanya. Apa Anda menjadi kontributor untuk media tersebut?

Oh, tidak pak. Saya bukan kontributor untuk media tersebut. Itu adalah media online yang cukup bebas, dimana setiap orang yang punya akun disana dapat membuat tulisan untuk dibaca orang lain.

Anda dibayar untuk itu?

Tidak pak.

Lantas kenapa Anda perlu menulis untuk media tersebut?

Itu adalah salah satu usaha yang saya lakukan untuk berlatih menulis pak.

Anda berlatih menulis?

Iya pak, bagi beberapa orang menulis bukanlah hal yang sulit. Bahkan ada yang mengatakan bahwa menulis itu mudah. Tapi bagi saya, menulis masih bukan merupakan hal yang cukup mudah untuk dilakukan.

Ok good, saya appreciate usaha yang Anda lakukan. Jika Anda mau, saya bisa menawarkan kolom di media x yang biasanya menjadi kolom reguler saya.

Wah, adalah sebuah kebanggaan bisa menulis di media x, apalagi kolom reguler yang biasanya berisikan tulisan bapak. Tapi pak, jika bapak bisa membuat sebuah tulisan untuk media x dalam waktu dua jam, saya mungkin perlu lebih dari satu hari untuk menyelesaikan tulisan untuk media dan topik yang sama.

It’s ok, nanti kita atur teknisnya. Kita bisa kolaborasi untuk itu.

Ok, terima kasih pak.

Saya pernah terlibat dalam proyek pembuatan buku pelajaran. Pada saat pengerjaan proyek, saya adalah salah satu anggota yang biasanya paling akhir menyampaikan progress tulisan. Kenapa? ya itu tadi, saya butuh waktu menulis yang lebih lama dibandingkan anggota lainnya. Jika yang lain bisa membuat tulisan di sela-sela tugas kuliah, saya perlu waktu sampai lewat tengah malam untuk menyelesaikan satu pembahasan.

Mulai dari topik yang sederhana.

Bagi saya, menulis untuk sebuah kolom di media cetak yang terbit reguler, atau bahkan menulis sebuah buku, dengan segmen pembaca yang jelas, adalah tantangan yang cukup besar. Salah satu pertanyaan yang sering menghantui saya adalah, bagaimana jika ada pembaca yang cukup kritis membaca tulisan saya? dimana tulisan tersebut membahas sebuah topik untuk bidang keahlian tertentu, dan saya menyampaikan dengan cara yang kurang baik, sehingga mungkin saja pembaca tersebut tidak bisa menangkap ide dibalik tulisan saya. Efeknya, mungkin saja pembaca tersebut menjadi tersesat karena tulisan saya, atau malah lebih buruk lagi, saya mendapat gugatan atas tulisan saya tersebut.

Menurut saya, yang berpotensi untuk menjadi masalah dalam hal ini adalah packaging dari tulisan saya. Packaging yang saya maksud bisa saja berupa pemilihan kata yang kurang tepat, gaya bahasa yang aneh, atau yang lebih sering terjadi adalah tulisan yang tidak terstruktur, tidak ada kesinambungan antara paragraf yang satu dengan paragraf yang lain dalam satu pembahasan.

Nah, saya pikir salah satu cara yang bisa saya lakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan berlatih menulis dari topik yang sederhana. Dimana saya bisa mendapatkan inspirasi dari hal-hal yang saya lihat sehari-hari, dari tulisan yang saya baca sehari-hari, dari berita olahraga yang saya ikuti, sampai isu teknologi (yang tidak terlalu spesifik) yang saya baca di pagi hari. Dari topik yang sederhana tesebut diharapkan pembaca bisa dengan cukup mudah menangkap ide dibalik tulisan yang saya buat. Selain itu, saya juga tetap bisa menjaga passion saya untuk berlatih menulis karena topik yang saya pilih adalah topik yang menarik, menurut saya.

Tantangan selanjutnya adalah membuat tulisan dengan bobot yang hampir sama, tapi dalam waktu yang lebih singkat. Untuk bisa menjawab tantangan ini mungkin saya harus berlatih menulis lebih sering dari biasanya. Saya masih yakin, sesuatu yang sering kita lakukan akan menjadi kebiasaan, dan jika menulis sudah menjadi sebuah kebiasaan, maka saya mulai percaya diri untuk bermain dengan waktu.

Setelah itu semua saya lalui, saya optimis akan terbentuk keyakinan dan keberanian untuk membuat tulisan yang baik dengan topik yang lebih spesifik untuk bidang keahlian yang saya tekuni saat ini.

Terima kasih untuk Bapak y dan Bapak z yang telah memberi saya kesempatan luar biasa untuk menulis di media cetak, baik itu majalah atau buku. Saking berharganya kesempatan yang saya dapatkan itu, saya kadang-kadang masih tidak percaya pernah menulis untuk sebuah majalah dan terlibat dalam proyek pembuatan buku.

Banyak orang bisa membuat tulisan yang menarik, namun kebanyakan dari mereka tidak menyadari bahwa kemampuan menulis yang baik (yang mereka miliki) adalah sesuatu yang penting, dan bagi sebagian dari mereka yang sudah menyadari hal tesebut, akan bermasalah dengan kesempatan untuk mempublikasikan tulisan mereka. Betapa beruntungnya sebagian kecil orang-orang (yang masih belajar cara menulis dengan baik) yang mendapat kesempatan untuk mempublikasikan karya tulis mereka. Dan kesempatan itu akan menjadi salah satu bagian yang luar biasa yang pernah mereka dapatkan. :)

Written by arlingga

February 6, 2012 at 11:53 pm

Posted in experience, hope

Tagged with , ,